We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Dear Dairy

Dear Dairy

  • WpView
    Reads 606
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 26, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
[DILARANG MENG COPY/MENJIPLAK KARYA INI. HAK CIPTA SUDAH DILINDUNGI INDANG-UNDANG] "Hai dey" adlan berbalik ke belakang lalu menyapa audey dengan senyum setan nya "Anjing!" umpat audey. Mengapa manusia setan ini bisa sekelas dengannya? Mengapa juga harus duduk di bangku hadapannya? Apakah dosanya sangat banyak hingga membuat sang rival selalu berkeliaran dalam lingkaran hidupnya? Oh god! Sebelum kepalanya ditumbuhi tanduk merah, Sepertinya audey harus tobat sekarang juga, bila perlu sepulang sekolah langsung mandi dengan kembang 7 rupa. - - Semuanya berbalik ketika sumpah serapah yang selalu di lontarkan audey pada adlan sang rivalnya menjadi untaian kata-kata cinta yang menusuk kesetiap sudut hati yang remuk
All Rights Reserved
#62
crazygirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GHAVARI
  • Anak DESA ✔
  • Cinta Di SMK♥ (On Going)
  • My Darkness Girl[TAMAT]
  • ALINGGA [ SUDAH TERBIT]
  • Hai Darel!
  • REGANTARA [SUDAH TERBIT]
  • SCOMPARIRE
  • PUSPAJALA (Hiatus)
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines