Serangkai Doa Dalam Tangisku

Serangkai Doa Dalam Tangisku

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 15, 2018
Hidup di tengah-tengah keluarga itu memanglah suatu ke unik kan. "hmmm unik ?" yah, menurutku, keluarga itu sangatlah unik karena dengan perbedaan pendapat masing-masing serta ke egoisan masing- masing dalam membela sesuatu, dapat terciptanya hubungan perasaan yang kuat di antara anggota keluarganya sehingga menimbulkan suasana kehidupan yang begitu harmonis. Aku sangat menyukai bunga. Dengan bunga, diriku bisa tersenyum kembali sambil menyapa dunia. Aku terlahir dengan kesederhanaan fisik yang tak sempurna walaupun begitu, aku tetap saja masih bersyukur atas keberkahan Tuhan yang telah dia berikan kepadaku, walau hidup dengan keadaan fisik yang tak sempurna, aku tetap dapat menikmati ciptaannya, seperti melihat bunga-bunga di sekitarku yang dapat menemaniku dalam kesendirianku sungguh sebuah anugerah luar biasa yang telah Tuhan berikan untukku. Sekedar informasi, biar enak kawan-kawan bacanya di laptop saja ,soalnya saya bikin untuk versi laptop.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Connected [END]
  • Rencana Allah lebih baik daripada rencanamu by: lianah putri dewi
  • Time For Opportunity
  • don't leave daddy CH2 (END)
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Cerita Kita  [MUTHIARA]
  • MY LIFE ( ON GOING )

Aku hanya mampu berdiri di ambang pintu kamarku, menyaksikan tawa lepas mereka, kebersamaan mereka, canda tawa mereka, dan kebahagiaan yang terpancar jelas dari raut wajah mereka. Masihkah aku dianggap dalam keluarga ini? Masihkah aku terlihat dalam keluarga ini? Masih adakah aku dalam hati mereka? Atau mungkin aku hanya dianggap angin lalu yang sama sekali tidak penting dan tidak ada gunanya? Tanpa terasa air mata ini sudah mengalir deras, mengalir membasahi pipiku, aku tak berniat untuk menghapusnya, karena aku yakin air mata ini akan terus mengalir walau aku sudah beberapa kali menghapusnya. Hatiku sangat perih, dadaku begitu sakit, kepalaku mulai terasa pusing dan berat, memang hanya rasa sakit lah yang selalu setia menemaniku saat aku merasa sendiri dan terasingkan seperti ini. Sering aku bertanya-tanya, apakah aku bukan anak kandung mereka? Apakah kehadiranku di dunia ini sama sekali tak di inginkan? Apakah aku hanya anak terbuang yang di pungut oleh mereka? Perasaan sakit dan rasa iri ini selalu membuatku bertanya-tanya dalam hati, namun aku tahu bahwa aku tak sepantasnya untuk bertanya seperti itu, biar bagaimana pun mereka adalah keluarga yang menjaga dan mengasihiku selama ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines