Lucky Grandchild

Lucky Grandchild

  • WpView
    LECTURES 4,455
  • WpVote
    Votes 371
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mars 3, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Lycée / École secondaire
Tranche de Vie
SINOPSIS : ... Di usir dari rumahnya, Jeslyn mendapatkan hal yang jauh lebih baik sebagai gantinya. Saat ia berpikir akan tidur di jalanan malam nanti, Jeslyn malah terbangun disebuah kamar mewah pada pagi harinya. Bukan hanya itu, Jeslyn mendadak diangkat menjadi cucu seorang wanita tua yang kaya raya. Namun karena semua itulah, ia jadi harus berhadapan dengan ke-12 laki-laki tampan yang akan menjadi SAUDARA-nya? Jadi, bagaimanakah perasaan Jeslyn setelahnya? ... BACA lebih lanjut untuk mengetahuinya. -[ 10 September 2016 ]-
Tous Droits Réservés
#82
juststory
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • AZELLO [END]
  • Whispers in the Blood
  • Arselio Maverick P.
  • ZIEL
  • Oh My Fiance! [COMPLETED]
  • kembalinya sang alter (Revisi)
  • Biting The Lips [END]
  • Aland Leon O. (Pre ORDER)
  • A Special Girl

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu