Villa atau Angkatan

Villa atau Angkatan

  • WpView
    Reads 167
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 13, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Berawal dari masa orientasi sekolah semua anak mulai membuka lembaran baru. Semua anak mulai mendapatkan kelas barunya. Begitu juga yang dirasakan Edgar dan Villa. Mereka mendapat kelas yang sama di satu jurusan, yaitu IPA. Tapi, dengan adanya program sekolah, yaitu "moving student" yang mengharuskan beberapa anak harus pindah ke kelas lain dan Villa terpilih namanya untuk melakukan moving student. Edgar dan Villa pun berbeda kelas. Di kelas 11, mereka bertemu kembali dalam satu kelas karena program itu juga. Ya, Edgar Revansyah Putra adalah siswa super bandel, sering berkelahi, sering tawuran, dan dianggap negatif oleh orang yang mengenalnya. Namun dia sangat tidak ingin merusak kesehatan dalam tubuhnya. Berbeda dengan Villa, ya, Villa Milandari Prastiwi adalah siswi yang sangat cerdas, baik, pendiam, manis, hijab, dan sangat jauh dari kenakalan. Sangat bertolak belakang bukan?Ya, mereka mempunyai perbedaan yang sangat jauh. Bagai langit dan bumi. Tapi mereka bisa saling melengkapi.
All Rights Reserved
#116
high
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Edrea
  • Two Rebels, One Love
  • KATAKAN itu CINTA
  • Love In Lakeside High School [Hiatus]
  • Resep Cinta To Senior
  • Echoes of Youth
  • Akhir dari Kita[END]
  • MARRY WITH MY BULLY
  • My Bad Boy Senior [TELAH TERBIT]
Edrea

Dia hanya seorang gadis yang bangun hanya untuk bertahan hidup. Hidupnya tidak semewah yang sering kita lihat dilayar. Bukan juga seindah caption orang-orang yang sibuk memamerkan kekayaan. Entah itu tas baru, liburan keluar negeri, punya rumah yang bak istana yang pencapaianya katanya hasil kerja keras, padahal sering kali itu hanya topeng dari kehampaan sehingga selalu butuh perhatian. Dia bukan siapa-siapa. Tidak punya orang tua, tidak punya rumah yang bisa disebut pulang sepenuhnya. Dia hanya punya dirinya sendiri, dan keberanian kecil untuk tetap bangun disetiap paginya. Lucunya, orang-orang sering bilang hidup itu tentang berjuang. Padahal, Sebagian dari kita tidak sedang berjuang untuk sukses, tetapi hanya untuk berjuang untuk bertahan. Didunia yang terlalu sibuk mengejar Cahaya, gadis itu memilih untuk belajar mencintai gelap, karena hanya disana dia bisa mengenal dirinya yang sebenarnya. Gadis yatim piatu yang takut untuk membayangkan keindahan karena dia hanya akan berjalan disekitar kegelapan sampai sang pencipta memanggilnya. Diluar sana, media sosial sudah seperti panggung besar. Semua orang tampil dengan topeng terbaiknya. Dan entah sejak kapan, kesederhaaan mulai dianggap sebuah kegagalan. Gadis itu sering kali merasa kecil karena tak punya orang tua sebagai tempat untuk berlindung dan aku hanya berkompromi dengan dirinya sendiri dan mencoba untuk bertahan disetiap detiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines