Solas ✔️

Solas ✔️

  • WpView
    LECTURAS 127
  • WpVote
    Votos 18
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida sáb, sep 10, 2016
[ONESHOT] "Solas tidak percaya bahwa Pangeran tidak pernah melihat warna," kata Solas sambil memainkan jari-jarinya sementara pandangannya mengitari sekitar ruangan yang begitu asing baginya. Begitu dingin. Begitu kusam. Begitu... menyedihkan. "apakah Pangeran tidak bosan?" "Tidak, Solas. Negeri Synnefo sejak awal memang hanya hitam, putih, dan abu-abu adanya." "Tetapi, bagaimana dengan birunya langit dan laut? Bagaimana dengan hijaunya padang rumput, meronanya matahari saat tenggelam, gelapnya malam hari dan terangnya saat bulan menerangi? Tidakkah Pangeran mau melihat itu semua?" Mendengar itu, Vrochi menatap mata Solas. Sebuah senyuman terukir di wajahnya. Tatapan mata Solas terasa hangat, seperti hati Vrochi. Ia mendekatkan telapak tangan kanannya ke atas kepala Solas, namun menariknya kembali. "Tidak, Solas," jawab Vrochi. "Negeri Synnefo sejak awal memang hanya hitam, putih, dan abu-abu adanya." - Oneshot ini didedikasikan untuk @circlewriters.
Todos los derechos reservados
#138
sinar
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • The Queen of Darkness
  • Dfoll's [✓]
  • (Book 1) Gadis Yang Terlempar Ke Bhumi Javacekwara (END)
  • Loving Like The Sun
  • One Shot Oniel (On Going)
  • Terjebak di Dimensi Lain (Countryhumans x ???)��✖️
  • ﹪ ׅ 𝅦𝅦 Ur smile :D ☆ countryhumans Indonesia ━ׄ┈⋄⃞🇮🇩̷𝆭

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido