Pineapple

Pineapple

  • WpView
    Reads 104
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 12, 2016
Bola mata Arsyla melebar pada detik setelah Adnan menyelesaikan ucapannya. Percakapan ini adalah segala hal yang selalu dirinya hindari selama ini. Membahas bahwa mereka berdua ini sesungguhnya berada dalam hubungan yang macam apa. Tidak pernah sekali pun diantara keduanya mengucapkan 'aku cinta kamu' atau kalimat memuakkan lainnya. Meski dalam sekilas saja semua orang akan mengklaim bahwa keduanya adalah pasangan. Tapi tidak dengan kenyataan.
All Rights Reserved
#64
stoppenindasan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay With Me  [On Going]
  • The Cool & Possesive Kakel
  • Heart's Owner (End)
  • DEAR LOVE
  • Dendam
  • Pasangan Aneh (END)
  • Kayshiel (END)
  • ALEAGAS [END]
  • Possesive Boyfriend [SEGERA TERBIT]

"Senior..!" Teriak seorang gadis remaja dengan begitu kencang. "Senior..!" Tambahnya lagi, tak kalah nyaring dari sebelumnya. Namun tetap saja, pemuda tampan yang sedari tadi berjalan menjauh dari gadis belia tersebut, berpura-pura tuli dan enggan berbalik. Tak mendapat respon dari seseorang yang saat ini tengah ia teriaki gelarnya, gadis cantik dengan wajah Asia tersebut menggeram kesal. "Arsya Raysent.!" Teriaknya penuh amarah Seketika, langkah kaki yang tadinya enggan berhenti. Akhirnya memilih untuk diam. Dengan segera, pemuda tampan tadi berbalik guna menatap seseorang yang saat ini tengah meneriaki nama nya dengan begitu tidak sopan. Nampak, ia menarik nafas kasar sembari memejamkan matanya singkat. Dan pada detik selanjutnya, mata hazel yang lebih dominan berwarna coklat terang tersebut, perlahan kembali memilih untuk terbuka. Dan kembali menatap gadis yang saat ini berada cukup jauh dari tempat dimana ia berdiri sekarang. Namun kali ini, mata hazel itu nampak menatap nyalang. "Jangan melewati batasan mu, kau sungguh tidak sopan.!" Geram pemuda tampan tadi "Jika dengen melewati batasan ku, kau bisa memperhatikan ku. Maka akan ku lewati semua batasan-batasan itu" Balas gadis remaja itu dengan berani, kali ini sebuah senyum nampak mulai jelas terukir pada wajah cantik tersebut. Sungguh, Arsya begitu kesal dibuatnya. Namun pemuda itu memilih mengakhiri semua ini, tak ingin memperpanjang kerunyaman yang ada. Dengan segera Arsya kembali berbalik dan melangkah pergi. Entah pada langkahnya yang keberapa, Kembali, gadis bernama Adinda tersebut berteriak lagi. "Aku bersumpah, akan membuat mu jatuh cinta pada ku.!" Teriaknya kencang. Mendengar hal itu, Arsya pun menggeram singkat di tengah lalu nya saat ini. "Bermimpi lah, karena kau sama sekali bukan tipe gadis idaman ku" Balas Arsya masih dalam lalu nya yang enggan berhenti. "Kita lihat saja nanti.! Kau, atau aku yang akan menang.!" Teriak Adinda lagi dengan nafasnya yang memburu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines