Kita dan Semoga

Kita dan Semoga

  • WpView
    Reads 4,594
  • WpVote
    Votes 940
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 3, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Jikapun aku harus melawan arus dan menjemput badai, akan kulakukan; asal kau jaminannya." Apa maksud Mero, sih? Apa aku mau dijadikan jaminan pinjol? === Saat Burket bertanya, "Siapa yang bisa mengerjakan?" Aku langsung berdiri tegap! Untuk memuaskan jiwa ambisku, aku langsung ke depan dan mengerjakan semua soal agar yang lain tidak perlu pusing dan cemas, kemudian aku selesai dan yang lain bertepuk tangan. Tapi nggak tau juga, sih. Soalnya aku bohong. Aku langsung berdiri tegap untuk pergi ke toilet. Bukankah motoku ini sangat mulia? Kalau yang lain bisa; kenapa harus aku? Lagian, mengapa aku harus susah-susah berpikir menjawab soal, kalau soalnya saja tidak memikirkan aku? Aku tidak mau berjuang sendirian! === Kira-kira begitulah gambaran singkat akan seorang Verin; aku tidak mau bersusah payah melakukan hal yang tidak penting dan menyusahkan. Tapi, itu semua berubah semenjak aku bertemu Evan. Aku tidak pernah sungkan bahkan jika ia ingin aku membantunya seminggu penuh dan hanya mendapat senyuman. Yah, aku sih tidak sungkan, tapi Evannya yang sungkan. Kurasa dia pintar dan tau segalanya, yang dia tidak tau hanyalah rasaku untuknya. Aku tau batasanku bukan memulai, tapi untuknya; aku siap melampaui batasan itu. Yah, setidaknya sampai aku mengenal sepepunya; Mero. Ia pernah mengatakan, "Jikapun aku harus melawan arus dan menjemput badai, akan kulakukan; asal kau jaminannya." Apa maksud Mero, sih? Apa aku mau dijadikan jaminan pinjol? cover by me lol
All Rights Reserved
#972
receh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • TENTANG SEPASANG
  • JUST FRIEND? [REVISI]
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Friendzone My Love
  • No Longer Mate
  • 36 days with you {saida} [End]
  • Upside Down
  • K.I.T.A

"Hey!!! Kamu si anak baru!! Sini !" Panggil salah satu pemain basket sekaligus ketua tim "Maaf kak, aku masih belajar" Hanya itu yang dapat ku sampaikan " Ganti aja deh, kamu gak layak jadi pemandu sorak tim basket kami" jawabnya dengan lantang sambil bergerak menuju pintu koridor ujung " Huffffffffff, ngeselin banget tu orang" sambil mengacak acak rambut . . "jangan bawa barang yang berat begini" sambil mengambil alih papan-papan itu "makasih kak" jawabku "tanganmu gapapakan ??" " nggak , nggak apa apa kok kak" ujarku agar dia tidak panik "ya udah aku bawa ini dulu ke lapangan" Diapun melangkah pergi menuju lapangan, goresan senyumku seketika muncul di ujung bibir mungilku. . . "Brakk !!" Tamparan melesat ke pipiku " Maaffin akuuu! tapi yang kamu lihat salah, aku bisa jelasin" jawabku terbatah-batah sambil menahan air mataku yang ingin keluar " Loh itu cewek murahan" pukulan tangannya hampir sekali lagi mengenai ke wajahku , tapi dihalang oleh si dingin. " APaa urusan lohh !! Loh gak berhak ya ikut campur masalah kami" Bentaknya sambil tersenyum sinis ia berkata " Cowok kok gampar cewek !? yakin situ cowok HAH !!??" Kalimat itu membuatnya geram dan pergi meninggalkan kami. . . Haiiii teman-teman jadi ini karya pertamaku dan asli hasil karanganku sendiri hehehehe ☺ Minta supportnya ya teman- teman dengan bantu vote di setiap chapter dan komen biar bisa jadi bahan referensi 🌈🙏 ••• Rank- rank yang pernah di capai dapat dilihat di bab "update rank" ☺️ Selamat membaca, Enjoyyy !✨ (Rabu, Sabtu 💕) <3 hysunshinee

More details
WpActionLinkContent Guidelines