[not] Alone

[not] Alone

  • WpView
    Reads 144
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 25, 2018
Apakah kalian pernah merasakan sendiri? Ah, kesendirian maksudku. Jika pernah, bagaimana rasanya? Pasti tidak menyenangkan, bukan? Itulah yang ku rasakan saat ini. Hidup dalam kesendirian dengan bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan. "Akankah ada seseorang yang membuatku tidak sendirian lagi?" -Alesha Natalia Hazel- Aku tidak pernah menyangka pertemuanku dengan seorang gadis saat itu akan berbuntut panjang. Aku terjebak dalam sebuah rasa yang tidak ku mengerti. Cinta? Ku rasa bukan. Aku tidak pernah merasa cemburu padanya. Empaty? Atau kasihan? Entahlah aku benar-benar tidak mengerti. Yang ku tau hanyalah keinginanku untuk terus menjaganya, melindunginya dan menemaninya. "Aku tidak akan membiarkanmu sendiri lagi" -Destin Pearson-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • For You [END]
  • Gone.  Last Love
  • Vericha Aflyn ✔️
  • Tak Pernah Ternilai
  • Promise
  • Love Comes Only Once
  • Summer Triangle  (Revisi)

(19+) Ini bukan tentang kisah cinta jarak jauh, melainkan tentang logika dalam mencintai. *** Shanaya Kaifa adalah pelajar muda yang sangat giat juga tekun dalam belajar. Tergila-gila pada novel dan mengidolakan seorang penulis terkenal. Sekilas, hidupnya terlihat indah serta normal, akan tetapi, banyak luka dan penderitaan yang dia tangung seorang diri. Hingga takdir menyeretnya untuk bertemu dengan sang idola, awalnya ia sangat senang, sebelum berubah sedih karena semua hal tak seindah yang dibayangkan. Dia pergi, mengubur semua mimpinya serta kembali pada kenyataan. Memilih giat belajar dan bekerja keras guna mewujudkan tujuannya sendiri. Melupakan hal yang sedari awal menjadi cita-citanya. # Mobil yang dikendarai Axel melaju kencang di jalan raya. Tidak peduli hujan deras dan jalanan licin tetap terus menambah kecepatan, bahkan beberapa kali menerobos lampu merah demi segera tiba di tempat tujuan. Hingga pada perempatan lampu merah muncul sebuah truk berkecepatan tinggi. Axel kaget, menekan pedal rem sekuat tenaga agar terhindar dari kecelakaan. Mengakibatkan mobilnya tergelincir serta berguling di aspal sebelum terbalik. Sedangkan kondisinya terluka parah dengan sekujur badan berlumuran darah. Bruuk ... druaak ... duaar Kepala Axel terasa sangat sakit, pandangan matanya kabur dengan kondisi badan tak dapat bergerak. Ia mencoba berteriak meminta pertolongan, tetapi suaranya tertahan di tenggorokan. Hanya mampu merintih pelan, berharap masih memiliki kesempatan untuk berjumpa dan meminta maaf pada kekasihnya. "Shanaya ... maafkan aku." Sesudah itu semuanya menjadi gelap. Axel kehilangan kesadaran dan mengalami pendarahan hebat pada beberapa anggota badan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines