Menatap Masa Depan - Repost

Menatap Masa Depan - Repost

  • WpView
    Lecturas 237
  • WpVote
    Votos 8
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, sep 14, 2016
WpInfo
Ficción
Fantasía
Prolog Gw iqbaal Gw anak pertama dari 2 bersaudara Nyokap gw udh ngak ada sejak gw masih smp Bokap? Walaupun dia msh ada gw anggap dia udh ngak ada knp? Dia ngak ada di indonesia, Walaupun dia di london nyari uang buat gw sma adik gw tapi gw benci sma dia. Adik gw cuma beda setahun sma gw Namanya Salshabila Dia gw manjain dari kecil. Grgr gw manjain sekarang dia malah kyk gini Oh iya Gw anti banget deket" sma cewek selain adik gw Knp? Karena gw trauma waktu nyokap sma bokap berantem .. Gw sekolah di sekolah orang elit Bisa di bilang gw bukan pelajar yg baik Gw suka bolos Ngeyel klo di bilangin Gapernah di hukum Knp? Sekolahnya punya bokap gw :v Tapi klo ulangan gw selalu juara satu Bokap gw pemilik 5 perusahaan di 5 negara berbeda Tapi menurut gw itu ngak penting! Menurut gw sekarang yg penting itu kebahagian adik gw dan gw! Selesai :v
Todos los derechos reservados
#5
salshabillaadriani
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ASSALAMUALAIKUM ZAUJI
  • It's My Life (End)
  • RE-SILIENCE (END)
  • BAD
  • DIFFERENT
  • ASAVELA KIARA
  • Mas Iqbaal [Short Story]✔️
  • Mencintai dalam diam (end)
  • POSESIF (END)

Follow dulu sebelum baca!! . . Jangan jadi pembaca gelap! . . Berawal dari pertemuan tak sengaja di salah satu instansi perusahaan di Jawa Timur. Izzaana Shabirah Zalsabila, sering dipanggil Aca. Gadis manis yang memiliki sejuta keunikan dalam dirinya. Sedikit bicara, lebih menyukai sepi juga sendiri. Bahkan ketika libur kerja tiba, dia hanya bergulat di kasur kesayangannya. Bukan malas, memang tidak ada hal yang harus dikerjakan. Untuk sekedar keluar rumah pun harus mengumpulkan niat yang cukup. Harus berdandan, ganti baju, bahkan mengeluarkan sepedah dari garasi. Melelahkan sekali, bukan? Seketika kehidupannya berubah, sejak awal pertemuannya dengan lelaki yang dipuja banyak wanita. Siapa lagi dia kalau bukan Muhammad Abidzar Zayan ar-Raafiq. Lelaki tampan dengan sejuta pesonanya. Wibawanya, ketampanan parasnya, juga ketaatannya pada agama yang dianutnya. Hingga tak sedikit yang memanggilnya pak ustadz, Maa syaa Allah. "Gimana mbak produknya banyak yang jelek." "Nggak papa mas, namanya juga masih baru. Samean tenangno dulu hatine samean sama banyak-banyak shalawat biar produknya bagus, cacatnya dikit." "Tenang aku mbak kalo deket samean." Boommm.. malu kini yang dirasa. Jika saja Aca tidak memakai masker, terpampang jelas sudah wajah merah bak kepiting rebus itu. Lanjut?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido