Story about The troublemaker

Story about The troublemaker

  • WpView
    LECTURES 84
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., sept. 19, 2016
aku membencimu anna. selamanya akan membenci dirimu - cassie stephany aku tak tau apa salahku. tapi, tak bisakah kau memaafkanku cass. aku sungguh menyesal - annabelle edward kehidupan cassie yang awalnya tenang mulai terusik sejak kedatangan anna yang notabennya adalah saudara tiri yang tak penah dianggap dan diinginkannya. satu per satu orang-orang yang awalnya bersama cassie mulai menyukai anna karna sifatnya yang jauh lebih baik dari cassie. dan itu semua membuat cassie semakin membenci anna. terumata semenjak orang yang disanyanginya mulai menjauh karna anna. akankah cassie menerima anna kemudian hari? akankah cassie memafkan kesalahan fatal anna? akankah anna bisa mencairkan hati cassie? akankah anna bisa mengembalikan kehidupan cassie seperti dulu?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Vericha Aflyn ✔️
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • Axelardo: (Not) Bad Papa
  • TOXIC LOVE
  • SADDAM & KAYLA
  • DEAR ANNETHA
  • The Shadow of Black Rose
  • The Blooming Lady [completed]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Hilang 2

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu