Halo, Masa Lalu!

Halo, Masa Lalu!

  • WpView
    Reads 49
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 2, 2022
"Lo pergi tanpa kabar, apa maksudnya? Bertahun-tahun gua nunggu lo tapi sama sekali nggak ada sepucuk surat maupun SMS dari lo." -Sean "Gadis itu adalah cinta pertama dan terakhir gue. Nggak nyangka kiga di pertemukan walaupun dengan cara yang aneh." -Frans "Awalnya dia musuh gue, tapi lama-kelamaan sebuah perasaan aneh muncul saat gue menatap bola hitam legam itu, dan menyadari bahwa dia teman masa kecil gue." -Samuel
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • Nalalira
  • MANTAN
  • SAMAR (END)
  • Di Jodohin [ Lee Jeno ]
  • Because I'm Stupid (End)
  • Your Sweet Smile
  • Dear You
  • Crazy Student and Bad Teacher

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines