Stay With Me! ✔

Stay With Me! ✔

  • WpView
    Membaca 186,976
  • WpVote
    Vote 9,379
  • WpPart
    Bab 32
WpMetadataReadLengkap Jum, Mar 17, 2017
WpInfo
Fiksi
Romansa
[TAMAT] "Denger ya, kamu harus tetep sama aku terus, sampai kapan pun. Aku nggak mau kehilangan kamu, aku nggak bisa jauh dari kamu, Kay. Cuman kamu yang bisa bikin aku lebih baik kaya sekarang. Kamu juga yang udah bikin aku seneng. Walau awalnya aku sebel sama kamu, tapi aku bakal setia ko sama kamu. Aku janji." Kata Livas sambil menggenggam kedua tangan Kay dan menatap matanya. "Hahaha..kamu ko jadi alay gini sih Vas? Ngakak dah aku dengernya" kata Kay sambil tertawa. "Tapi, aku juga nggak mau kehilangan kamu, Vas. Aku juga sayang sama kamu. Aku pegang janji kamu ya, kamu jangan pernah mengingkari janji itu,okee?" lanjutnya. ~sedang revisi~ #227 in Teen Fiction (2-10-17) & (3-11-2017) Copyrights©2017 - All Rights Reserved.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#85
wcaindonesia
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • 30 Hari untuk Ari
  • My Beloved Enemy [Segera Terbit]
  • Better Person ✔
  • NADIRAEFAL
  • KENNARD - Living with the Bad Boy
  • Lean On Me [END]
  • RAFIRA
  • ketika senja menyapa

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan