Sweet Edelweiss

Sweet Edelweiss

  • WpView
    Membaca 941
  • WpVote
    Vote 22
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Sep 25, 2016
"Elo mau jadi pecinta alam kayak Davin? Gila aja lo!" "Tapi gue harus ngebuktiin ke dia kalo gue bisa!" "Dasar kepala batu!" "Bodo amat!" "Emangnya kalo elo jadi pendaki gunung, trus bisa ngubah semuanya?" Lana masih berusaha mencegah niat sinting sobatnya. "Iya." Arin tersenyum mantap. Penuh tekad. Arin bukanlah petualang alam bebas yang senang menantang bahaya. Dia hanya seorang cewek yang terbiasa hidup nyaman. Sampai suatu hari dia memutuskan untuk menjadi pendaki gunung demi meraih kembali cintanya yang hilang.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#792
gunung
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Edelweiss (TAMAT)
  • Kamu Seindah Edelweiss
  • ALEXON [END]
  • Titik Nol Paling Sunyi
  • Boyfriend (Gletser Es)
  • ArinSecretStory{end}
  • setangkai mawar di musim dingin
  • Ei-Bree My Betelgeuse (Indonesia)
  • eternal flower
  • Betina haus belaian🔞

21+ (Cerita ini sudah dihapus sebagian karena sudah diterbitkan, cerita selengkapnya ada di PDF atau bisa membeli juga lewat aplikasi karya karsa. Di google play book sementara ini belum bisa karena ada masalah teknis) Kehidupan Irna yang penuh semangat tiba-tiba harus terhempas ke dasar jurang saat dirinya dilecehkan dan diperkosa anak majikannya. Lebih buruknya lelaki itu menolak bertanggung jawab ketika ulahnya membuahkan janin dalam perut Irna. "Maaf, semua memang salahku. Tapi aku tidak bisa menerimamu, aku mencintai orang lain dan aku tidak bisa kehilangannya disaat kesempatanku memilikinya semakin besar." Efran Reynand Atmadja "Kamu tahu bunga Edelweis ini, Bunga ini adalah lambang dari hatiku untukmu, jangan merasa sendiri karena aku akan bersamamu seumur hidupku." Firman Hadiwijaya

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan