Stigma

Stigma

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 16, 2016
Dalam dunia penuh probabilitas ini, waktu tidak mungkin bergerak lurus. Waktu bukanlah sesuatu yang membelenggu. Waktu saling berinteraksi, bertautan dan membentuk persimpangan. Dalam persimpangan itulah, Skye Donovan akan berada. Semenjak pindah ke Amerika, Skye Donovan, seorang gadis remaja keturunan Korea-Amerika, menemukan banyak hal baru yang tidak familiar baginya, yang seolah mengambang di luar batas nalarnya. Tanah kelahiran ibunya seolah membawa misteri yang seharusnya tak Skye coba untuk pecahkan. Namun apa yang dapat diperbuat, bila rasa penasaran telah menenggelamkan akal budi seorang manusia?
All Rights Reserved
#11
youngadultsreads
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Together
  • Bintang Untuk Nara
  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • ANDROMEDA (END)
  • Under The Midnight Sky
  • Mesin Waktu Untuk Nara [HIATUS]
  • Princess Syndrome
  • However, We Are Together ✓
  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
Together

"Dia tuh, cuma keliatan kuat di luarnya doang. Dalemnya mah sebenernya berantakan. Mata ketawanya dia, bahkan jauh lebih menyakitkan dari airmatanya. Dia sebenernya cuma pura-pura baik-baik aja. Sebenernya mah, rapuh dan hancur. Karena ngerasa gak ada orang yang bisa mengerti apa yang udah dilaluinya, dia memilih jalan ini. Memendam semuanya sendiri. Padahal, pengen banget berbagi. Bisa ngeliat dia ketawa mah, di depan orang-orang aja. Aslinya, dia sering nangis sendirian. Tiap malem, di kamar mandi, di kamar, di mana pun dia bisa menangis, dia pasti bakal nangis. Karena, beban yang dia punya sekarang, terlalu banyak buat dipikul. Dia udah bilang kok kalo dia mau nyerah. Iya, nyerah sama hidupnya. Tapi, Tuhan masih bilang,"Jalan terus." Dia tuh capek tau. Dia sering ngeluh, cuma orang-orang gak pernah tau aja. Dia bisa memanipulasi emosinya dari yang abis nangis tersedu-sedu, langsung berubah jadi senyum menawan. Iya, itu keahliannya. Dia ahli dalam hal apapun, tapi dia gak ahli buat melawan. Dia tuh lemah. Kalo ada yang bilang dia kuat, iya itu di depan orang doang. Aslinya mah, suka banget gelosoran di lantai sambil nangis. Kalian gak tau aja. Iyalah kalian gak tau, dia kan gak pernah nunjukkin kelemahannya di depan orang. Yang dia pengen, orang taunya dia baik-baik aja. Padahal mah tiap hari yang ada di otaknya gimana caranya mati tapi gak sakit. Kalian gak tau aja...." - Author

More details
WpActionLinkContent Guidelines