I Love Him

I Love Him

  • WpView
    Reads 220
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 26, 2017
Apa yang telah dia lakukan di hadapanku selalu buat perasaan ini jatuh tenggelam beribu-ribu meter dalamnya. Kini aku telah berada di posisi dimana aku sudah capek dengan keadaan, yang seharusnya bukan aku yang berjuang dan sabar. Apa yang kulakukan selama ini sudah kelewatan. Sudah capek yang sebenarnya benar-benar capek, tidak ada kata lain. Ingin berteriak "pengecut" untuknya, tapi rasa tidak tega selalu muncul seakan-akan kasian padanya. Aku punya hati, aku sayang dia, perlu ku jaga hatinya walaupun dia bukan milikku. Membuat sakit hati kepada orang yang di sayang, bisa dikatakan tidak punya hati. Seakan-akan kasih sayang itu tidak pantas berada di dalam dirinya. Jaga hati sendiri sangat penting, tapi jaga hati orang yang di sayang? jauh lebih penting. Sejauh ini, tidak pernah ku mendengar dimana seorang cowo berani memaksakan untuk merasa dirinya punya hati, yang dimana diartikan menjaga hatinya dan hati orang yang disayang. Tanpa hati, terasa hidup tidak pantas untuk dinikmati. Hati ini begitu penting, entah berapa hempasan yang didapatkan dalam satu hari untuk satu organ yang hidup dalam tubuh nan lemah ini. Kasian hati, dia tidak salah apa-apa, tapi dia yang terkena sakitnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Mahligai Sunyi
  • Terjebak Nostalgia
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • Eysha Love Story'
  • Embun Pagi
  • ngger adalah vandyku
  • You And I
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • Anugerah Terindah

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines