School In Attack

School In Attack

  • WpView
    Reads 143,376
  • WpVote
    Votes 7,226
  • WpPart
    Parts 40
WpMetadataReadComplete Sun, Sep 24, 2017
#4 dalam HORROR (21/08/2017) [SELESAI] - Buku pertama dari Ify baru berpindah sekolah. Hari-harinya kini tak setenteram dulu. Karena suatu ke ganjilan Ify, Rio, Sivia, Alvin dan Debo membuat sebuah kelompok untuk menyelidiki sekolahnya. Namun, ketika permainan pemanggil arwah malah membuat mereka membuka pintu antar dimensi. Mereka berusaha menutupnya. Namun sering jalannya waktu, pintu dimensi yang akan terbuka lebar dan tak bisa di tutup lagi, mereka harus berusaha dan bahkan mengorbankan nyawa untuk bisa menutupnya. Adegan tragis demi tragis mulai bermunculan. Pastikan ketika membaca jangan sendirian, Pastikan ketika membaca tak ada tempat yang gelap, Dan pastikan 'mereka' tak mengincarmu dimalam hari setelahnya.
All Rights Reserved
#76
icil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]
  • SCHOOL SECRET [END]
  • Alvaro Aurora (Sudah Terbit)
  • Misteri Perpustakaan (Sudah Terbit)
  • Date Or Die? (Putus Or Mampus) [ Terbit]
  • Teror Di Kelas 8B
  • Merah : Kursi Belakang [Tamat]
  • Proyek 17: Korban yang Terpilih

Joevanny, Agnesta, Rei dan Indri, empat sahabat yang selalu menganggap sekolah hanya tempat menimba ilmu. Mereka tak pernah menyangka bahwa tempat dimana mereka belajar justru menyimpan teror mematikan. Guru-guru mulai bersikap aneh, memperingatkan mereka untuk berhenti "bermain-main." Lorong sekolah berubah jadi labirin penuh kegelapan dan teriakan bisu. Teror yang semakin nyata membuat semuanya kacau. Tak ada lagi jalan keluar, tak ada yang bisa dipercaya. Namun, di balik semua itu, ada rahasia gelap yang siap mengubah segalanya. Bisakah mereka keluar hidup-hidup? Atau selama ini, mereka hanyalah bagian dari permainan yang tak berujung? Ketika kepercayaan mulai runtuh, bisakah persahabatan mereka bertahan di tengah bayang-bayang kematian? Kini, hanya terdapat dua pilihan: melawan atau mati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines