My Noisy World

My Noisy World

  • WpView
    Reads 266
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 8, 2016
[COMPLETED] Ia tak suka keramaian Ia benci kebisingan Tapi ia tak bisa menghindarinya Mungkin ia bisa menghindari keramaian Tapi ia tak mampu menjauh dari kebisingan Kebisingan selalu menyertainya Kebisingan selalu menganggunya Kebisingan selalu mengusik hidupnya Apa ia tak pantas untuk hidup di dunia yang tenang? Bukankah ia juga seorang manusia yang memiliki hak untuk hidup tenang? Ia memang tak seperti manusia pada umumnya Ia memang sedikit berbeda dari manusia lainnya Mengapa ia diciptakan berbeda dari manusia lainnya? Mengapa ia memiliki kemampuan itu? Kemampuan yang membedakannya dengan manusia lainnya Ia berusaha untuk mensyukuri kemampuan yang ia miliki Mungkin itu adalah salah satu anugerah yang Tuhan berikan padanya Atau mungkin sebuah musibah yang harus ia hadapi Ia tak tahu pasti tentang itu Mungkin waktu yang akan menjawab pertanyaannya
All Rights Reserved
#334
camerondallas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Kisah Akala
  • Perbedaan -End
  • Pemangkas Jarak
  • ﹪ ׅ 𝅦𝅦 Ur smile :D ☆ countryhumans Indonesia ━ׄ┈⋄⃞🇮🇩̷𝆭

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines