Simfoni 2 m

Simfoni 2 m

  • WpView
    Reads 47
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 18, 2016
Teman? Haruskah selalu bersama? Apakah impian yang berbeda adalah tembok? Apakah cita-cita di dada pantas menjadi jarak? Aku sedang bertanya pada ombak yang menerjang dermaga. Hanya bunyi hempasan air segar yang kudapat. Nyatanya, alam pun tak sudi menjawab.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rain
  • Jangan pergi (End)
  • senja di matamu
  • "Tatapan Terakhir yang Tak Kujadikan Pertanda"
  • si Sulung & si Bungsu
  • Ke Tiga Penjaga Ku
  • LAST DAY[END]
  • °•○ RENJANA ○•° {On Going}
Rain

Hujan... hujan... hujan... Meskipun langit setia menumpahkan tangisnya aku tetap datang ke tempat itu menunggunya.. taman itu.. taman yang selalu menjadi menjadi kenangan kita... taman yang mempersatukan kita.. taman yang membuat hujan memisahkan kita... Sampai saat ini meski 10 tahun telah berlalu aku tetap menunggu mu di bawah tangisan langit.. aku tetap menunggumu di taman ini meski hujan turun dengan derasnya... akankah kita dipertemukan kembali oleh hujan yang telah memisahkan kita dulu??

More details
WpActionLinkContent Guidelines