Unattainable Love [Slow Update]

Unattainable Love [Slow Update]

  • WpView
    Membaca 86
  • WpVote
    Vote 10
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Apr 25, 2017
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Cinta yang tak terjangkau," gumam gue pelan, karena gue sadar, cinta dia gak akan bisa gue raih. Dari awal gue ketemu dia aja kesannya aja udah gak enak, dan sekarang? Makin gak enak buat gue!!! Dia tau akan perasaan gue? Dan itulah yang bikin gue makin kesel sama dia,-walaupun sebenernya itu salah diri gue sendiri sih, kenapa coba, gue harus keceplosan bilang gue suka dia? Ini bencana beuddd. Setelah itu, dia semakin sering jadi hero gue, juga semakin sering bikin gue baper sekaligus melting dan akhir - akhirnya, bikin gue salah tingkah!!! Dan lo tau Geez? Dia lakuin itu bukan karena dia juga punya feeling buat gue. But- "Lo tau hobi gue sekarang apa? Hobi gue adalah gangguin hidup lo! Bikin lo cemberut, bikin lo sebel dan gue suka sama hobi gue. Gue bahagia liat muka lo yang selalu lo tekuk setelah gue bikin lo terbang lalu jatuh seketika," ketus cowok itu tepat di hadapan gue, ketika dia sedikit membungkukkan punggung agar wajahnya sejajar dengan wajah gue, dan terciptalah jarak pendek dari wajah dia dan gue, dan tatapan matanya beradu dengan tatapan gue. Setelah gue memahami penuturan dari kalimat dia, apakah gue jadi benci dia? Enggak sama sekali!!! Entah kenapa, rasa ini malah semakin tertancap dalam dan tak mudah tuk menyabutnya, bahkan tak akan bisa. Apa yang harus gue perbuat? Menerima cinta seseorang yang sama sekali gak pernah ada di hati gue walaupun sedetikpun? Atau membuat dia cinta juga sama gue walaupun gue tau kalo dia cinta sama yang lain? Susah!!! Dan gue malah berharap suatu saat nanti dia juga punya rasa yang sama, gue tau gue bodoh! Terlalu bodoh malah.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#22
dalamdiam
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tokoh Utama
  • Admire Or Love
  • Kamu
  • Arsyilazka
  • Sweet Combat
  • My Friend Is My Love
  • THE CLIMB [Completed]
  • KERLIP BINTANG CINTA

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan