The Golden Laureate

The Golden Laureate

  • WpView
    LECTURES 182
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., janv. 25, 2023
WpInfo
Fiction
Historique
Mungkin, aku tidak begitu mencintainya ... Karena kalau aku mencintainya ... Aku tak akan mungkin kehilangannya Aku tak akan mungkin ditinggalkannya Aku tak akan mungkin hidup tanpanya Akan tetapi, nyatanya ... Aku kehilangannya Aku ditinggalkannya Aku masih hidup walau tanpanya Akan tetapi, mengapa hidupku terasa lebih mengerikan dibanding dengan kematian? Lalu, Sayang ... Haruskah aku menyusulmu ke alam baka? THIS STORY IS MINE. DON'T COPY PASTE OR PLAGIARISM. UNDER THE COPYRIGHT ©2017. Thanks to: @istrisahwonwoo
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Aerilyn
  • IT'S NOT UP TO US
  • When We Drown [TAMAT ✔]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • -Silent Love- TS(2) SUDAH TERBIT
  • Hug me! (my lady)
  • If You ✔️
  • Cool Man
  • Hopeless
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
Aerilyn

Aerilyn bellvania meise. Aku selalu tersenyum ketika memandangmu, tetapi di dalam hatiku berkata. Inilah seseorang yang dulu selalu keperjuangkan dengan segenap jiwaku, dan kini sang waktu telah jauh meninggalkan kita. Kini kau bukan lagi milikku, kini kau telah berada di tempat yang jauh lebih baik. Sebuah tempat yang telah menjadi takdirmu dengan semua berkah dan kenikmatan dari-Nya, itulah yang pantas untukku. Kini waktu telah menjawab sebuah pertanyaan klasik, aku bukan yang terbaik untuk dirimu. Maka lanjutkanlah langkahmu, tetap tersenyumlah seperti itu. Aku akan tetap bahagia di sini apabila aku bisa memandang kau bahagia di sana. Mataku nanar melihat batu nisan bertuliskan orang yang kucintai, deraiku tak bisa ku tahan sehingga kubiarkan jatuh di tanah bersama tetesan lain dari langit Kata-kata dulu yang pernah ku ucapkan kepadamu kini hanyalah tinggal ilusi. "Lo tenang aja, gue gabakal ninggalin tanggung jawab. gue bakal ada disisi lo sebisa yang gue mampu. Lo gausah khawatir, gue akan selalu sayang sama lo hari ini, besok dan seterusnya." Aku merindukanmu, air mata ini tak dapat ku tahan lagi. Aku benar-benar merindukanmu. Buat readers jangan lupa vote dan kritiknya😊 CERITA AKAN DIREVISI SETELAH TAMAT! Update hari Minggu! {{{{{ON GOING}}}}}

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu