A Broken Gun And A Rose

A Broken Gun And A Rose

  • WpView
    Reads 918
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 1, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Berhenti." Lalu laki-laki itu menoleh. Membuat garis merah di telapak tangannya semakin banyak. Perlu diketahui jika saat itu tepat dini hari. Dini hari dimana manusia asing itu melukis nama di dalam debu bersama detik detik yang berlalu. 00:00 Pemisahan astral yang terjadi membawaku kepada apa yang tak seharusnya membatu seperti layaknya laju mengukir bibir yang kelu; reinkarnasi. Sastra maupun Frasa. Phrase maupun Callahan. Ini adalah reinkarnasi. Update every two days/- week HIATUS FOR 2 WEEKS 🖤
All Rights Reserved
#85
student
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • 00.00
  • Devilicya [END]
  • ALVIVA (END)
  • MY BABY BOYFIE [END]
  • F A K E ? [End]
  • Sama tapi Berbeda [END]
  • ARSYA: My Naughty Boyfriend (END)
  • Rintik Hujan
  • [END] Blind Rainbow

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines