We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
A Broken Gun And A Rose

A Broken Gun And A Rose

  • WpView
    Reads 918
  • WpVote
    Votes 171
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 1, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Berhenti." Lalu laki-laki itu menoleh. Membuat garis merah di telapak tangannya semakin banyak. Perlu diketahui jika saat itu tepat dini hari. Dini hari dimana manusia asing itu melukis nama di dalam debu bersama detik detik yang berlalu. 00:00 Pemisahan astral yang terjadi membawaku kepada apa yang tak seharusnya membatu seperti layaknya laju mengukir bibir yang kelu; reinkarnasi. Sastra maupun Frasa. Phrase maupun Callahan. Ini adalah reinkarnasi. Update every two days/- week HIATUS FOR 2 WEEKS 🖤
All Rights Reserved
#196
student
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F A K E ? [End]
  • [END] Blind Rainbow
  • How Can I Not Love You.
  • Rintik Hujan
  • EPHEMERAL [COMPLETED]
  • HI! EX [END]
  • 12 PM [TAMAT]
  • 00.00
  • SKALETTA [END]
  • BR[OK]EN HEART [END]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

More details
WpActionLinkContent Guidelines