Alexandra

Alexandra

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 20, 2016
Namaku Alexandra, tapi aku lebih senang dipanggil Alex. Aku tak bisa mendiskripsikan siapa aku atau bagaimana karakterku. Yang aku bisa hanya kembali membagikan setiap ceritaku kepada orang lain. Bukan untuk memperkuat eksistensiku, namun aku ingin orang lain mengambil hikmah dari setiap lembar cerita yang kututurkan. Hakimi aku dengan norma etika. Hujat aku dengan kesempurnaan agamamu. Dan kucilkan aku seperti laiknya orang mengucilkan sang biang kerok dan pembuat onar. Aku tidak membutuhkan pembenaran atas itu semua. Sama seperti mereka yang berbuih mengumpat dan menyangkal. Aku pun melakukan pembelaan menurut caraku. Aku tidak butuh banyak orang yang memaklumi. Hanya segelintir oranglah yang kuinginkan untuk tahu. Agar segelintir orang itu mengerti. Dibalik kerumitan pikiranku, pendapat, pengertian dan dukungan merekalah yang berarti bagiku.
All Rights Reserved
#48
duniakerja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TerraCotta (Completed)
  • Visual Penggerak Pena [Kumcer]
  • Substitute Bride [End]
  • Sampai Saat Ini, Aku Masih Mengagumi Dirimu
  • Kadal Licin Putih Abu-Abu
  • Flower Romance [End]
  • Ainslleya - Ainsleya : [ Anne Of Green Gables ]
  • Love for Autumn
  • Sudut pandang (felisha)
  • penyesalan kirana

Di usia yang nyaris kepala tiga, Terra masih tidak mengerti tujuan hidupnya apa. Selama lima tahun terakhir, dia merasa tidak ada yang berubah, waktu berhenti berputar dan tahu-tahu dia sudah dua puluh delapan tahun. Rasanya baru kemarin dia masuk kerja di perusahaan yang sekarang, tiba-tiba dia sudah mendapatkan gift box lima tahun pengabdiannya pada perusahaan. Sahabat baiknya yang dari bayi bersama dengannya sebentar lagi juga akan menikahi pujaan hatinya. Artinya hanya Terra saja yang akan sendirian setelah ini. Membayangkan itu saja sudah membuat Terra setengah gila dengan otak yang hampir cidera. Sedang adem-ademnya, kantor digemparkan dengan isu korupsi dan perselingkuhan atasannya sendiri, membuat Terra berada di posisi yang serba salah. Pekerjaan Terra yang tadinya damai-damai saja jadi seperti angin puting beliung karena munculnya sang atasan baru yang mengerikan. Kalau tidak ingat dosa, rasanya dia ingin berhenti hidup saja. Satu-satunya yang membuat Terra bertahan hidup adalah karena dia tidak mau mati konyol dan bingung ketika ditanya apa saja yang sudah dia lakukan di dunia nanti. Paling tidak harus ada yang dibanggakan dari dirinya kan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines