ZIARAH DEBU

ZIARAH DEBU

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Sep 29, 2016
"Asep banyak memakai lokalitas Kotabaru sebagai latar ceritanya. Berbeda dengan sastrawan lainnya, dia melihat Kotabaru bukan hanya pantainya yang indah, gunung bamega, atau Siring Lautnya. Asep justru bicara tentang orang-orangnya, termasuk Suku Bajau. Dan seperti seorang dalang, ia kerap menggunakan sudut penceritaan sebagai penutur yang 'menggerakkan' tokohnya. Dan sebagai penulis muda, beberapa tema kritik sosial pun tak lepas dari garapannya." ~Sandi Firly | Penulis & Wartawan "Membaca karya-karya Asep adalah membaca Kotabaru mini yang merangkum lewat berbagai cerita. Selain itu, berbagai karakter yang unik dan tokoh yang dinamis membawa alur cerpen pada antologi ini cukup berperan aktif mengusung berbagai pesan moral kehidupan." ~Ratih Ayuningrum | Penulis "Bagi saya, kesederhanaan cerita dan pemilihan kata dalam kumcer 'Ziarah Debu' merupakan kemegahan tersendiri. Banyak hal kecil yang luput kita perhatikan, namun Asep Fauzi berhasil menghimpunnya menjadi kisah-kisah apik dan menarik. Sindiran-sindiran halus yang justru berhasil membuat pembaca nyinyir malu, pengambilan sudut pandang yang unik serta loklitas yabg terasa kental sekali, membuat cerpen-cerpennya tak mudah dilupakan." ~Kamiluddin Azis | Novelis, Penikmat Sastra, Bandung "Cerpen-cerpen Asep Fauzi seperti membawa kabar-kabar dari seberang: kemenangan dan lebih banyak di antaranya: kekalahan, kesepian, penyesalan, kehilangan, serta perayaan atas realitas kehidupan masyarakat di pesisir laut Kalimantan. Pengambilan sudut pandang yang tak lazim membuat pembaca seperti menjadi bagian dari cerita dan tergulung ke dalan ombaj kemuraman, ketidakberdayaan, hari-hari yang gelap, namun di ujungnya, setelah badai mereda, dia menyajikan ketegaran atau setidaknya harapan." ~Randu Alamsyah | Novelis
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pak Udin
  • Seribu Candi untuk Roro Jonggrang (On Going)
  • RENJANA⚜ ✔
  • Kolaborasi Cerpen (Completed)
  • Our Little Home || TXT
  • SEBUAH INSPIRASI DARI PENULIS (ANTOLOGI CERPEN) [END]
  • Syahdan ✓
  • Kudapan
  • Pengakuan Sang Semesta
Pak Udin

Pak Udin menjalani hidupnya, tidak semulus alur sinetron romantik para bintang. Bisa jadi, seperti inilah dunia bercerita sesuai versinya. Kisah yang diceritakan telah melalui beberapa perubahan dalam konteks novel karangan atau buatan semata. Jika ada hal yang serupa ini hanya cerita biasa saja mohon dimaklumi karena hanya kebetulan semata. Saat kamu berkarya dengan sepenuh hati dan berdasarkan pikiranmu sendiri, akan ada orang yang membencimu ketika berhasil. Bisa jadi meraka susah untuk menyetirmu untuk kepentingannya. Tetapi bukan salah hatimu sepenuhnya karena akan semakin banyak yang akan mengujimu dalam pencapaianmu. Begitu pula, orang hanya peduli pada kebaikan yang engkau berikan, selama keberadaanmu itu menguntungkan bagi mereka. Karena Kamu akan disukai saat selalu berkata "iya" walaupun situasi tidak menguntungkan. Tapi ingatlah... sekali saja kamu berkata "tidak" walaupun situasi yang tidak rumit, Kamu akan dijauhi bahkan dibenci. Salah satu jalan keluarnya adalah berusaha merubah kedaan semampumu menjadi versi terbaikmu. Tetapi ingatlah, mereka bisa beranggapan kamu sudah berubah dari diri kamu yang sebenarnya atau lupa kacang dari kulitnya. Jika kamu menggap diri tidak punya apa-apa sehingga tidak mampu menghalau semuanya maka nasibmu akan terbaikan dan dianggap angin lalu. Janganlah mengumbar segala kebaikanmu karena bagi pembencimu akan segera dilupaknnya. Sebaliknya, kesalahan kecilmu akan membesar untuk menjatuhkanmu. Pada akhirnya, bukan tentang memuaskan orang lain, tetapi memuaskan dirimu sendiri. Karena hal yang akan menemanimu sampai pencapaian kesuksesanmu adalah Jalan ketetapan Allah, kemampuan diri menghadapi cobaan dan orang tedekat yang berjuang menerima takdirmu. Semua cerita itu adalah rahasia Illahi. Berusahalah untuk menjadi model terbaikmu dan jangan terlalu memikirkan perkataan orang yang tidak layak untuk didengar. Mohon maaf jika ada satu dua hal yang kurang berkesan karena ini hanya cerita novel biasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines