Story cover for Pergi by awknuri
Pergi
  • WpView
    Reads 1,618
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 17
  • WpView
    Reads 1,618
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 17
Ongoing, First published Sep 21, 2016
Mereka duduk terdiam menatap sapuan ombak yang terpampang jelas dihadapan mereka. Hening mendominasi suasana itu. 

"Al," panggilnya, pelan. 

Tanpa menoleh, Alvin bergumam dengan mata yang tetap fokus ke depan. 

Menghela napas berat. "Gimana kalo dia dateng lagi?"

Refleks, Alvin menoleh dan memfokuskan pandangannya ke arah Andira. "Ya, emang kenapa kalo dia dateng lagi?" Ia balik bertanya. 

"Gue takut perasaan itu hadir lagi, Al. Gue takut luka yang sekarang tertutup rapi, perlahan mulai membuka lagi, karena sang pencipta luka itu hadir lagi." Andira menangis. 

Mengusap bahu Andira, ia berujar. "Kenapa bisa, Ra? Lo boleh main dengan masa lalu. Tapi, jangan lupa mengucapkan selamat tinggal di akhir permainan, Ra."

"Tapi--"

"Ra, look at me. Ada gue, Ra. Ada Gebby juga. Gue percaya sama lo, Ra. Gue tahu, mungkin kalau dia memang datang lagi, ada perasaan yang buat lo ragu. Ragu dengan semuanya. Gue paham, Ra. Lo nggak perlu takut. Lo nggak sendirian," Alvin memegang kedua pundak Andira dan menyentuh tangan Andira menuju dadanya. "Disini, ada gue, Ra. Ada kita disana. Lo harus yakin dengan diri lo sendiri." Andira memeluk Alvin dengan erat. Dan, membiarkan angin dingin menusuk kulitnya. 

Tapi, tanpa mereka sadar, kata-kata itu hanyalah sebuah kata. Perlahan namun pasti. Entah sengaja atau tidak sengaja. Keduanya ragu akan hal itu.
All Rights Reserved
Sign up to add Pergi to your library and receive updates
or
#663teenlife
Content Guidelines
You may also like
Diantara Kalian  by meisya_azzahra
31 parts Complete
"Bukannya ini yang Lo mau!! Lo gak suka kan gua ikut campur dalam kehidupan Lo?! Lo risih kan kalo gua terus ngontek Lo. Trus apa salah gua sekarang?! Bukannya Lo sendiri yang ngomong kalo gua itu BUKAN SIAPA-SIAPA LO" Ketus Adit "Apa?? Lo marah sama gua karna perihal itu?? Okke gua minta maaf, kalo emang waktu itu omongan gua nyakitin hati Lo" lirih Rara merasa bersalah, sedangkan Adit hanya mengacak wajah kasar. "Pasti karna ini juga kan Lo kemaren matiin telfon gua gitu aja!! Dan ngebatalin rencana yang udah Lo rencanain ke gua!! Iyya kan?? Bener dugaan gua pasti Lo baper atas omongan gua." Tambah Rara menatap sendu Adit. "Bukannya gua baper.. gua cuma mikir gitu 'oh Iyya, bener kata Lo, gua emang bukan siapa-siapa lo' gua hanya sekedar benalu dalam kehidupan Lo. Kedatangan gua kembali malah ngebuat hubungan Lo sama Raffa terusik. Setidaknya dengan cara gua kembali ngejauhin lo, Lo akan lebih tenang tanpa ada pengganggu kaya gua" balas Adit menatap ke arah lain "Tapi dit, gua gak bermaksud kaya gitu" ucap Rara memegang tangan kiri Adit dengan mata berkaca-kaca, entah mengapa ia sangat ingin menangis dengan ucapan Adit tadi. "Niat Lo udah bener, dan gua bakalan bantu wujudin niat Lo itu. Sumpah demi apapun gua sama sekali gak berpikir kaya gitu" ucapnya gemetar, Tetapi Adit malah melepas tangan rara, ia menghela napas dan langsung membalikan tubuhnya. "Maaf gua harus pergi. Gak usah khawatirin gua Ra, gua cuma lagi pengen sendiri." Lalu berjalan meninggalkan rara, Rara tak sadar ia telah meneteskan air matanya setelah seperginya Adit dari hadapannya. Tak lama Rachel menepuk pundak Rara dari belakang, buru-buru rara langsung menghapus air matanya dan tersenyum palsu ke Rachel. . . . . . . . penasaran mending baca dulu, clam guys ini bukan nyeritain tentang PHO, kalian belom tau alur sebenarnya kaya apa, so mau tau lebih jelas baca yukkk😚😅😆 Peringkat : #60 nyata (29 Januari 2019) #88 lucu (11 Januari 2019)
ABLUVION {COMPLETED} by duniaoyenn
25 parts Complete
ABLUVION {COMPLETED} Sedih, marah,kecewa, kesal atau mungkin BAHAGIAA?? Hahaha... itu rasanya terdengar sangat-sangat konyol di telinganya. Mengingat takdir sepertinya tak sepenuhnya menyukainya. Buktinya gadis dengan manik birunya itu harus menelan pahit kenyataan hidupnya yang berubah 180 derajat. Cacian, tamparan bahkan pukulan sekaligus menjadi hal yang rumlah di dapati olehnya. Lelah? Tentu saja Bukan hanya fisiknya yang tersakiti, namun hati dan mentalnya lah yang lebih parah tersakiti. Tapi dengan bodohnya, ia tetap memilih untuk bungkam. Walaupun kenyataannya ia tahu bahwa semakin ia bungkam, maka semakin menipis harapannya untuk mendapatkan kebahagiaanya kembali. Hingga takdir mungkin sedikit berbela sungkawan dengan nasibnya. Membuat mereka akhirnya dipertemukan. Entah apa sebenarnya tujuan mereka di pertemukan. Entah untuk membawa kebahgiaan atau malah kian menambah luka?? Tapi ia bertindak dengan acuhnya, toh yang pasti saat ini ia merasa begitu yakin bahwa pria yang Tuhan kirim dapat membantunya untuk melihat kembali sepercik cahaya. Namun tak ayal, takdir memang terlihat begitu lihai mempermainkan kehidupan. Takdir yang membawa ia dekat dengan harapannya, namun takdir jugalah yang membuatnya jatuh untuk kesekian kalinya. Ketika sebuah kebahagiaan terlihat mendekatinya, namun naas. Kenyataannya, kebahagiaan yang ia lihat hanyalah sebuah ilusi semata. Karena tanpa ia sadari, ia tetap berjalan di atas percikan kaca-kaca. Berjalan menuju kehancuran. Berjalan menuju akhirnya. Hingga sampailah ia di garis finishnya. DON'T COPY PASTE OKAYY!!!!!!! Thanks guys❤📍
You may also like
Slide 1 of 10
Terima Kasih, Benua ✓ cover
RAVIN [SELESAI] cover
Indifferent (PINDAH KE HINOVEL)  cover
ATHALARIQ cover
ANARAN cover
A Thousand Stars for Nathan [TERBIT - RDM PUBLISHER] cover
Twins [Season 3] [Tamat] cover
Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel] cover
Diantara Kalian  cover
ABLUVION {COMPLETED} cover

Terima Kasih, Benua ✓

38 parts Complete

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Hidup aku rapuh ketika terdiagnosa kanker hati tiga tahun yang lalu. Dua tahun yang lalu pacarku memutuskan hubungan dengan alasan tidak ingin memiliki kekasih yang penyakitan. Natesa. Itu namaku. Awalnya aku sudah tidak memiliki harapan, tujuan hidupku seolah hanya untuk menghitung hari kematianku. Tetapi semua berubah ketika sang pembaca pikiran hadir, Benua. Lalu Benua, menjadi alasan untuk aku bertahan hidup dan kisah pilu pun dimulai. *** "Ada satu hal yang abadi di dunia ini yaitu rasa cinta seorang Benua kepada Natesa." -Benua "Ada satu hal yang membuat aku takut untuk mati dan ingin hidup ratusan tahun lebih yaitu kamu, Benua." -Natesa *** Terima Kasih, Benua Copyright©2019 by SR START : 19 Oktober 2019 FINISH : 5 Juli 2020