We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Mengikis Segalanya

Mengikis Segalanya

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Thu, May 25, 2017
WpInfo
Poetry
Melepaskan seseorang memang begitu berat, apalagi dia orang yang selama ini aku pertahankan. Apa selama ini ada alasan kuat untuk bisa melepaskan ? Ya tentu ada yaitu mengikhlaskan. Dan cari kembali kebahagiaan. Ini untuk kamu yang ku pertahnkan selama 2 tahun lamanya. Tapi rasanya sudah cukup menunggu hal yang tak belum pasti
All Rights Reserved
#102
mengikhlaskan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • When Love is Breaking
  • seribu tanya tak terjawab
  • Andai bisa
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • CARAKU MENINGGALKANMU
  • SECOND LEAD
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Backstreet

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines