Manikam
  • WpView
    Reads 108
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 26, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Manikam memutuskan untuk meninggalkan rumah serta keluarganya setelah pesta pernikahannya gagal, dengan harapan orangtua yang selalu menyayanginya dan malah balik menyalahkannya karena kegagalan pernikahannya, akan kembali menjadi keluarga normal seperti yang selama ini ia miliki. Hari demi hari dijalani Manikam sejak peristiwa paling menggemparkan dalam hidupnya tersebut. Berbagai peristiwa hidup, perenungan, dijalin dalam satu realita kehidupan yang terus ia jalani, terekam dalam jurnal yang ia tulis dengan harapan akan menyembuhkannya. (Foto cover credit to http://hum-together.tumblr.com/post/138594462725/dear-valentine)
All Rights Reserved
#35
memoir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jalan Pulang Menuju Halal ; Lee Heeseung
  • Yang Masih Berdetak
  • Sebuah Antara ✔
  • TERGARISKAN
  • ASHLEY
  • VIOLAND [TERBIT]
  • Alleya dan Dunia Novelnya (TERBIT)
  • BUKAN PUALAM ~ Apakah Ini Surga?
  • Arah Yang Selaras Lagi Berpelangi

Sinopsis Hanna tumbuh di keluarga yang penuh kasih sayang. Keanggunannya memkiat banyak orang, tetapi jauh dari dalam hatinya, ada ketakutan yang selalu menghantuinya - takut dengan kedekatan lawan jenis. Sementara itu, Heeseung, seorang pemuda yang besar tanpa banyak perhatian orang tua karena kesibukan mereka, justru memilih jalannya sendiri. Demi mencari kedamaian, ia memutuskan untuk memperdalam ilmu agama di salah satu sekolah Islam terbaik di kota. Takdir mempertemukan keduanya di sebuah masjid. Awalnya hanya saling pandang dari kejauhan, namun perlahan benih perasaan mulai tumbuh di antara mereka. Keanggunan Hanna dan ketulusannya menarik perhatian Heeseung, sementara sikap rendah hati serta kebaikan hari Heeseung mengusik hati Hanna. Ketika perasaan mulai tumbuh, mereka dihadapkan pada kenyataan bahwa perjalanan menuju kebersamaan bukanlah hal yang mudah. Bagi Hanna, membuka diri terhadap perasaan baru adalah hal yang menakutkan, sedangkan Heeseung harus membuktikan keseriusannya dalam mencintai tanpa menyalahi keyakinan yang dipegang teguh. Dengan waktu yang singkat, hanya satu bulan, mereka harus meyakinkan diri sendiri dan juga keluarga bahwa perasaan ini layak diperjuangkan. Namun, mampukah mereka bertahan di tengan godaan, perbedaan, serta ketakutan yang membayangi hati masing-masing? Di antara segala ujian dan harapan, apakah akhirnya Hanna akan menemukan jalannya untuk pulang ke tempat yang benar-benar ia sebut sebagai rumah - sebuah tempat di mana cinta dan keimanan bertaut menjadi satu?

More details
WpActionLinkContent Guidelines