Backpacker to Borneo Island

Backpacker to Borneo Island

  • WpView
    Leituras 459
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 12
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, dez 12, 2016
"Ini adalah Backpacker pertamaku." Pergi seorang diri untuk menghadiri pernikahan seorang saudara, di negeri Jiran. "Berangkat melalui perbatasan Kalimantan timur, akhirnya aku menginjak kaki ke sisi lain Borneo Island, lebih tepatnya di Sabah, Malaysia." "Mulai hari pertama keberangkatan sampai satu minggu kedepan adalah waktuku mengexplore sisi lain pulau kalimantan. Berpetualang sampai ke negeri jiran." This is my story "Backpacker To Borneo Island"
Todos os Direitos Reservados
#2
tawau
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Similar Face
  • LOVE IN BORNEO
  • Babysitterku -ternyata- Mommy kandungku
  • Stranger | Orine
  • Meet The Past
  • JAYAPURNAMA
  •  [SUDAH TERBIT] Madam Sri
  • Emily's Lover

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo