LOVELY COFFE

LOVELY COFFE

  • WpView
    Reads 28
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 23, 2016
Hari ini teras sangat dingin meskipun ini bukan musim penghujan ataupun musim dingin , seorang gadis yang bernama Kanzaki Nanami berlari tergesa-gesa dengan kopi panas ditangannya dan berharap kopi itu tidak tumpah kejalanan atau mengenai seragam sekolahnya. Dia memasuki lorong sekolah yang masih gelap karena ini masih jam 06:00 pagi , setelah dia sampai dikantin diapun berhenti dan cepat-cepat merapikan kedainya lalu memakai baju costplay pelayan dan juga tidak lupa memakai telinga kelinci lalu saat para murid sudah datang dan sekolah sudah mulai ramai. Diaupun mengucapkan..... "SELAMAT DATANG KESEKOLAH , MARILAH BELI KOPI DI KEDAI LOVELY COFFE!"
All Rights Reserved
#522
coffee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • [END] Sunday Morning
  • Boyfriend From Isekai [REVISI]
  • NIRBITA
  • Cerita Tentang Langit Malam
  • 𝘈𝘯𝘢
  • take away
  • Takdirku dengan Cintamu 💕
  • Coffee Romance
  • [✓] Daisy's Memories [Umemiya X F.Readers]

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines