We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
The Truth Untold

The Truth Untold

  • WpView
    Reads 1,702
  • WpVote
    Votes 135
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 4, 2020
WpInfo
Fanfic
NCT
Sebuah cerita tentang pelarian dan pencarian. Lari dari rasa sakit yang tak menghancurkan, tapi menusuk hati dengan perlahan dari setiap sisinya. Lari mengejar impian yang harus terealisasikan meski bukan dengan seseorang pilihan. Mencari makna dari keikhlasan dan menerima takdir Tuhan. Mencari satu titik dimana hati bisa kembali mencinta tanpa takut kehilangan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Penuh Luka (On Going)
  • Eloven Is Endless Pain [END]
  • Desire (END)
  • Pain of the Slayer
  • Antara Dendam dan Cinta
  • Imagine - Jung Jaehyun ✔ [SELESAI]
  • Jejak yang Tak Pernah Hilang

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋

More details
WpActionLinkContent Guidelines