Story cover for Kelabu by samiazhr
Kelabu
  • WpView
    Bacaan 831
  • WpVote
    Undian 115
  • WpPart
    Bahagian 14
  • WpView
    Bacaan 831
  • WpVote
    Undian 115
  • WpPart
    Bahagian 14
Sedang Ditulis, Pertama kali diterbitkan Sep 25, 2016
Apakah benar itu Jingga? jika dia berwatakan keras tetapi sebenarnya berhati lembut, bergariskan cahaya yang kini menjadi gelap, yang dulu sehangat mentari kini sedingin salju tak tersentuh kalbu. Karena, Nila merubahnya.

Dan, apakah benar itu Nila? yang takdir merubahnya menjadi buram, yang semesta memberikan asa tetapi lenyap, yang dulu seceria mawar tapi kini sesuram jurang. Karena, Jingga merubahnya.

Apakah kalian bisa membayangkan?. Bayangkan jika 2 warna bersatu menghadap kerasnya semesta, Jingga dan Nila

Kali ini Kelabu akan membawamu pada jatuh bangun mereka
Hak Cipta Terpelihara
Daftar untuk menambahkan Kelabu pada pustaka anda dan menerima kemas kini
atau
Garis Panduan Isi
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
𝐏𝐀𝐃𝐌𝐀 - [𝑻𝒉𝒆 𝑾𝒉𝒊𝒕𝒆 𝑳𝒐𝒕𝒖𝒔] ✓  cover
Jingga di Langit Biru cover
Fall cover
ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\ cover
Lentera Biru [END] cover
Semesta cover
Senja dan Jingga  cover
Coretan Senja cover
Senja " Elegi Esok Hari " cover
STILL IN LOVE [END] cover

𝐏𝐀𝐃𝐌𝐀 - [𝑻𝒉𝒆 𝑾𝒉𝒊𝒕𝒆 𝑳𝒐𝒕𝒖𝒔] ✓

15 bahagian Sedang Ditulis

Biru awalnya tidak pernah merasa nama yang diberikan oleh kedua orang tuanya itu aneh. Lagipula, nama adalah bagian dari anugerah dan manifestasi doa. Daripada tidak memiliki identitas, alangkah sedihnya. Biru juga tidak pernah merasa begitu terintimidasi sepanjang sembilan belas tahun hidup di dunia sampai ia harus mengetahui fakta bahwa ada Biru lain yang juga hidup dan bernapas di sekitarnya. Biru yang dingin, tidak tersentuh, dan memiliki tatapan kelam segelap laut kala malam. Biru yang tidak pernah ia sangka akan menjadi klimaks dalam kisahnya. "Kok, nama Kakak sama kaya aku sih? Orang tua kakak gak kreatif banget ngasih nama." Biru menatap jengkel. Ditatapnya laki-laki yang kerap minim ekspresi tersebut. "Saya gak punya orang tua!" Sang lawan bicara berdesis seraya memejamkan matanya sesaat. "Lagipula saya tidak meniru siapapun dan saya jauh lebih tua daripada kamu, Padma." ©KaktusKelabu