We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
I'll Be Waiting For You

I'll Be Waiting For You

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 29, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Aku tetap setia menunggumu, tak memperdulikan seberapa dingin angin malam dan guyuran rintik hujan yang menggoda ku untuk beranjak. Ku jadikan kursi yang semakin melapuk ini sebagai saksi bisu kesetiaan ku kepadamu. Ku akan beranjak dari duduk ku disaat kaki ini mulai melunglai, mata ini kian mengatup dan hingga tangan ini tak lagi kuat menggenggam mawar layu ini. Karena aku yakin cinta sejati akan hadir walau raga ini tak berpijak pada dunia.
All Rights Reserved
#225
pontianak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Andai Kau Tau
  • Istri Kedua
  • Menyesal Setelah Kehilanganmu
  • Berlutut atau Memohon ? : Lakukan Keduanya
  • Memories in Moon
  • Secret Love Story "Unspeakable Love" (Complete)
  • JEEVANA
  • [SB I] Terperangkap Dalam Tanya [COMPLETED]
  • Menyesal Telah Menyakitimu

"Ini uang untukmu, uang ini ku anggap adalah biaya aborsi janin itu dan ku katakan, bayi itu sudah tidak ada dalam perutmu sejak kamu menerima uang ini. "Ucap Rani tegas dan menyodorkan uang sejumlah 50 juta pada tangan Rere. Rere tak langsung menerima, membuat Rani menahan geram dan menebak. Pasti Rere... berubah pikiran dan ingin.... "Baik, saya terima uang ini, dan anak Neja sudah tiada. Bayi ini adalah milik saya sendiri... dan saya tambahkan, agar anda semua merasa aman. Buat saja perjanjian di atas materei, ini adalah bentuk, kalau saya tidak akan macam-macam apalagi ingkar pada janji dan sumpah saya, saya tidak akan menampakkan wajah lagi di depan anda semua dan terakhir, semoga anda semua tidak pernah menyesal dan mengusik saya terutama anak saya di masa depan!" Tak ada yang perlu di mohoni atau tangisi penolakan orang-orang terutama ayah janin dalam perutnya, orang-orang itu tidak suka padanya dan anaknya, maka dia akan lebih-lebih tidak suka pada orang-orang itu. Itu prinsip hidup Rere!

More details
WpActionLinkContent Guidelines