What is Mine, is Mine

What is Mine, is Mine

  • WpView
    MGA BUMASA 330,763
  • WpVote
    Mga Boto 17,251
  • WpPart
    Mga Parte 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Mar 12, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah pertemuan yang telah ditakdirkan dalam sebuah rencana membuat Seline harus terjebak kontrak kerja diperusahaan industri terbesar di Amerika dan dikenal dengan perusahaan yang dipimpin oleh CEO tampan nan dingin bagai Es dan panas bagai Api. Kesan pertama pasti selalu menentukan bagaimana cara pikir orang lain terhadap kita. Bagaimana jika kesan pertama yang kamu berikan pada orang itu bukan merupakan kesan yang terbilang baik? Bagaimana kisah selanjutnya tentang hubungan antara CEO dan sekretarisnya ini? Apa yang akan terjadi jika Dingin bertemu dengan Dingin dan Panas bertemu dengan Panas? Dapatkah kedua nya saling mengalah? "Aku ingin keluar!" "Tidak." "Aku tidak bisa seperti ini terus, Sir. Aku muak dan ingin berhenti." "Kau sudah menandatangani kontrak." "Persetanan dengan kontrak itu, berapa yang harus ku bayar?" "Tidak ada." "Hah?" "Selain bekerja sampai kontrakmu berakhir."
All Rights Reserved
#57
ciklit
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Silma Bridge (DELETED)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • TO MY CEO | JAEHYUN✓
  • LOVE AND REVENGE (Missing Piece) - VERSI I
  • My Boss My Husband
  • CEO SANG ARUTALA
  • Obsessed : Project IRIS
  • CEO Itu Naksir Gue?! | Drarry

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman