Tanyakan Senja

Tanyakan Senja

  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Mon, May 14, 2018
Diantara semua langit, aku paling suka dengan langit senja. Sejak awal aku dipertemukan dengan langit senja, aku langsung jatuh cinta dengan jingganya. Mengapa aku suka senja? Karena senja adalah peralihan. Dalam hitungan detik yang singkat, terjadi suatu peralihan alam, dari sore ke malam. Dalam rentang waktu itulah tercipta proses pembuatan mahakarya luar biasa. Kenapa aku suka dengan senja? Karena senja membawa warna cerah ketika akan berubah menjadi gelap. Begitu pun kamu datang membawa secerah kebahagian disaat aku tengah terpuruk. Bantu aku buat cerita indah dengan segala ketulusan mu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Tak Kembali
  • The Fate Of My Life (END)
  • ngger adalah vandyku
  • Semesta untuk sean
  • Remain [END]✔
  • SENJA KU SENJA MU
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Cerita Tanpa Akhir [Completed] (Proses Penerbitan)
  • Senja
  • SENJA SANG FAJAR (Complete)

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines