As Free as Ocean.

As Free as Ocean.

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 3, 2018
"Aku tidak menyukai musik. Lalu mengapa aku bisa mencintaimu karena musikmu?" - Nami Aurelya P. "Kata orang, people fall in love with mysterious way. Jadi anggap saja aku orang aneh yang menyukaimu dengan cara dan awal yang misterius." - Brian Abani Pamungkas. Ini adalah kisah pilu seorang gadis yang ingin lepas dari jeratan alur kehidupan yang diatur oleh orangtuanya. Namun juga adalah kisah bahagia gadis itu karena menemukan takdirnya. Tapi bagaimana jika takdirnya itu adalah bagian dari masa lalunya yang menyakitkan? Jadi mari kita mainkan sebuah permainan. Siapa yang lebih dulu mengetahui akhir kisah ini, dialah pemenangnya. by. hazealnut. - 2018
All Rights Reserved
#474
kisahsma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Writing a Destiny (Completed) ✅
  • ALBAR
  • YEON ^26^
  • SHE IS STARLA (END)
  • [END] Cewek Sinting Vs Perfect Boy
  • RANNA
  • THREE GIRLS AND ALL STAR  [REVISI]
  • Belenggu Bayang Niskala
  • I'm Not A Villainess

Sebuah ucapan atau tulisan pasti saling berkaitan. Lantas, jika salah satunya terwujud sebagai takdir, apakah ada cara untuk menghentikannya? *** Binar, seorang siswi SMA yang kerap dijauhi oleh seisi sekolah karena sebuah rumor. Tangan yang selalu bergerak dan menulis 'takdir' setiap kali melihat tubuh seseorang mengeluarkan sinar menjadi alasan semua orang untuk membencinya. Berharap bahwa kemampuan itu dapat dihilangkan, tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Bagaimana nasib Binar? Apakah ia akan terus-terusan tenggelam bersama perasaan bersalah sendirian? *** "Bukan aku yang menginginkan kemampuan ini, tetapi kenapa mereka semua membenciku? Tuhan ... tolong bantu aku melupakan semua ini. Tolong bantu aku melupakan kebencian yang ditunjukkan semua orang, terutama ... orang tuaku." -Binar.

More details
WpActionLinkContent Guidelines