Regret Lova

Regret Lova

  • WpView
    Membaca 1,613
  • WpVote
    Vote 257
  • WpPart
    Bab 12
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jan 16, 2017
•Slow Update Bertemu berbagai lalu lalang cinta. Datang dan pergi, meninggalkan duka. Melawan opini dan halusinasi, membuatnya lebih kuat menghadapi berbagai rasa dan analisa. Ini kisahnya, Andien Lani Permana. ___ "Yang tersisa saat ini hanyalah sebuah bentuk wujud dari pengharapan, untuk meyakinkan takdir bahwa sejatinya kita adalah penghuni rumah yang sama."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#446
nakal
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Waktu?
  • BARA POSSESSIVUM
  • A Fractured Soul
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Destiny.
  • Verronica (COMPLETED)
  • Sejenak Luka
  • GREENSTA [END]

Namanya Satria Dirgantara. Seperti namanya, ia seorang kesatria, tapi ... kesatria tanpa senjata. Membuat dirinya mudah sekali terluka. Dan, jadilah ia remaja enam belas tahun yang berteman akrab dengan luka. Remaja yang memiliki senyum secerah senja dan tatapan sekelam samudra. Jika sudah tersenyum secerah itu maka topengnya nyaris sempurna, menyembunyikan goresan panjang tepat di dada. Tak akan ada yang tahu kalau ia sedang berpura-pura bahagia. Sebab rasa sakitnya, tak akan ia biarkan siapa pun tahu seberapa beratnya. Cukup orang-orang menilai bahwa ia adalah sosok paling bahagia di dunia. Namun, benteng pertahanannya mulai goyah semenjak ibunya telah tiada. Padahal ia hanya punya ibu saja di dunia. Lalu, lelaki itu datang, memberinya ucapan penenang, juga peluk hangat yang entah kenapa membuat dia bisa merasakan hangat pelukan Sang Ayah yang selama ini hanya ia damba dalam bayang-bayang. Lelaki itu memperkenalkan namanya sebagai Fandi sekaligus ayahnya. Kemudian semua berjalan begitu saja. Keluarga Fandi yang awalnya baik-baik saja itu hancur karena kedatangan Dirga. Membuat ibu dari dua anak kembar Fandi yang lain pergi dari rumah, dan Dirga harus menerima tatapan tak suka juga perlakuan kasar dari salah satu abang kembarnya. . "Gue emang enggak pantas jadi adek lo berdua, Bang."--Satria Dirgantara . "Gue bukan abang lo, jadi stop panggil gue 'abang'. Satu lagi, Fian juga bukan abang lo. Dia cuma punya satu adek, yaitu gue." --Refino Aditya . "Kalau disuruh memilih antara kalian berdua, jelas gue enggak bisa milih salah satunya. Karena kalian berdua sama-sama adek gue."--Refian Aditya

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan