Sepasang Mata Biru

Sepasang Mata Biru

  • WpView
    LECTURES 141
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., mai 14, 2017
Tidak pernah terbayangkan oleh Nia sebelumnya bahwa dia akan melihat lagi. Setelah kecelakaan tabrak lari yang menimpa dirinya 5 tahun yang lalu, yang juga sudah merenggut nyawa kedua orang tuanya. Nia sangat berterima kasih pada pendonor yang tidak ingin di ketahui identitasnya itu, walaupun hatinya masih merasa kesepian dan sedih ditinggal keluarga tercintanya. "Pasti wanita cantik... atau pria tampan baik hati..." gumam Nia sesaat menatap sepasang mata biru sangat catik didepan kaca riasnya. -Arfinia Kartania Verxon- Sakit, sangat sakit. Hanya itu yang dirasakan oleh Ken ketika sang kakak perempuan yang sangat dicintainya, keluarga satu-satunya yang dia miliki meninggalkan dunia karena bunuh diri dan memberikan wasiat untuk mendonorkan matanya pada seorang gadis seumuran denganya yang bahkan tidak dikenal Ken. Siapa dia sebenarnya? Pertanyaan itu lah yang terlintas dipikiran Ken. "Beruntung sekali mendapatkan mata milik kakakku" gerutu Ken dalam hati saat mengingat sang kakak. -Grafan Zaken Beesture-
Tous Droits Réservés
#367
janji
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • DANADYAKSA
  • Axelardo: (Not) Bad Papa
  • Marsella (1)
  • Aku Jatuh dan Cinta
  • Stolen Before Fallen
  • GREENSTA [END]
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • The Shadow of Black Rose
  • Rewrite Our Memories [K-Lit] ✔

Danadyaksa adalah laki-laki dengan hidup yang sangat sederhana. Cibiran dan hinaan sering didapatkannya dari teman-teman satu sekolahnya terutama perempuan karena menggunakan sepeda motor beat berwarna hitam setiap berangkat sekolah. Orang tuanya meninggal ketika ia masih duduk di bangku SMP, meninggalkan dua orang adik yang harus Aksa hidupi. Menjadi Ayah, Ibu sekaligus kakak di usianya yang begitu belia bukanlah hal yang mudah. Aksa mulai bekerja semenjak orang tuanya meninggal untuk memenuhi kebutuhannya serta kedua adiknya yang masih kecil. Menjadi kuli bangunan, penjaga toko, pelayan restoran dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya Aksa lakukan. Aksa pernah berkata: "Nggak papa gue nggak punya masa depan yang terjamin, tapi adek-adek gue harus punya masa depan. Harus jadi orang besar." Aksa tidak pernah memikirkan perihal cinta. Yang ia pikirkan hanyalah adik-adiknya. Bagaimana masa depan adiknya, bagaimana mendidik adiknya dengan baik dan bagaimana adiknya bisa menikmati hidup seperti anak lainnya yang penuh kebahagiaan dari keluarga. Namun, Aksa mulai tertarik dengan cinta semenjak ia mulai mengenal Alsava. Gadis yang dikenalnya sejak insiden Aksa yang tanpa sengaja menginjak kacamata Alsava. Tapi rasanya sangat tidak mungkin untuk memiliki Alsava yang latar belakang ekonominya sangat jauh beda dengan dirinya. Apakah mereka bisa bersama? Mungkin. Atau justru, tidak akan pernah bersama. ** "Sa, gue boleh suka sama lo, nggak?" "Tunggu gue sukses." ** "Gue kalo mau suka sama Alsava juga harus sadar diri. Gue orang nggak punya. Beda sama dia." ***

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu