Sweet Child O'Mine

Sweet Child O'Mine

  • WpView
    MGA BUMASA 2,262
  • WpVote
    Mga Boto 56
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Oct 2, 2016
Alexandra Scamander, seorang penulis muda yang menderita depresi berat semenjak kematian putrinya yang bunuh diri, Anneliss Levans. Setiap malam, Alexandra selalu mendengar suara anaknya menangis memanggilnya. Lagu Sweet Child O'Mine dari Gun N Roses mengalun merdu dari Gramophone yang setiap malam berputar sendiri. "She's got a smile that seems to me, Reminds me of childhood memories..." "Mama, di sini gelap," "Kumohon tolong aku, Mama," "Aku takut," Dalam nalurinya sebagai Ibu, Alexandra yakin kalau Anneliss butuh bantuannya. Ada sesuatu yang Anneliss perlukan. Sampai akhirnya, Alexandra menemukan Anneliss. "Apa yang kau inginkan, sayang?" "Malam Halloween..." ucapan Anneliss tersendat-sendat seiring mengucurnya darah dari mulutnya. *** Apa yang Anneliss inginkan? Sanggupkah Alexandra memenuhi keinginan terakhir Anneliss walau harus menumpahkan darah?
All Rights Reserved
#301
skizofrenia
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • PHILOCALIST
  • I Am Psychopath 2 : Am I Psychopath? [Complete]
  • Bukan Hanya Figuran??
  • I Am Psychopath [Complete]
  • Anxiety
  • Dark Angel [END]
  • Am I Scary?
  • Inside Me [End]
  • 𝘿𝙚𝙨𝙩𝙧𝙪𝙘𝙩𝙞𝙤𝙣 𝙊𝙛 𝙏𝙝𝙚 𝙎𝙞𝙣𝙣𝙚𝙧

Tasya Aurell, seorang ketua OSIS yang dikenal kuat dan penuh tanggung jawab, menyimpan luka yang tak tampak di permukaan. Di balik pencapaiannya, dia menghadapi kenyataan pahit dalam keluarga, kehilangan kehangatan pertemanan dan kisah cinta yang tak berjalan sebagaimana harapan. Posisinya menuntutnya untuk selalu terlihat tegar, namun di dalam dirinya, perlahan-lahan sesuatu mulai runtuh. Hingga sebuah peristiwa mengubah segalanya, membuatnya kehilangan banyak hal dan kemudian didiagnosis mengidap skizofrenia. Ini bukan sekadar kisah remaja. Ini adalah perjalanan emosional menuju kedewasaan, tentang bagaimana seseorang berjuang memahami dirinya di tengah keterpurukan, dan menata kembali hidup yang sempat hancur. Tasya Aurell bukan hanya belajar menjadi kuat-dia belajar untuk tetap hidup.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman