Kami anak mama

Kami anak mama

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 29, 2016
"Rasanya aku ingin menjerit pada dunia, betapa tidak adilnya dia. ku merasakan roda yang tadinya di atas sekarang berputar dengan cepat sehingga aku terjatuh dalam derita duka" Hari ini adalah hari aku harus berpisah dengan adik pertama ku, embun namanya. Rasanya tak sanggup untuk ku melihat embun dibawa oleh tante bela. Walaupun aku sudah lama mengenal tante bela, dia teman mama dan alm. papa sejak sekolah. Tante bela emang orangnya baik, namun sejak lama ia belum juga diberikan keturunan sehingga mama memberikan embun kepada tante bela untuk diadopsi. "Embun, dengerin kakak yah... Embun jangan nakal, jangan buat orang susah" ucapku pada embun "Iya kak, embun janji" Saat itu kupeluk embun dengan erat kemudian ku mendengar mama memanggil embun. "Embun, ayo sudah di tunggu tante bela" ucap mama dari lembut Lalu aku dan mama yang sedang menggendong langit adikku yang paling kecil mengantarkan embun kedepan pintu mobil tante bela. "Bel aku titip embun yah... Jaga dia baik-baik" ucap mama kepada tante bela "Iya ris, itu sudah janji aku dari awal ke kamu" mama memeluk tante bela sebelum tante bela membawa embun pergi. Saat itu aku melihat mata yang berkaca-kaca menahan tangis di wajah mama yang terus memperhatikan mobil tante bela yang pergi menjauh. "Loh bumi mana?" tanya mama kepadaku lalu dengan cepat mama masuk ke dalam rumah sambil menggendong langit. Hey-heyyy maafya ceritanya gantung nih, next aku update lagi ya *kiss*kiss*
All Rights Reserved
#23
sosad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Sesal Yang Terlambat
  • Become Baby Boy✓
  • RAKAALENA
  • Love in Difference
  • TIGA SERANGKAI
  • Albel
  • I'm Hurt (Sehun - Jieun) (✔)
  • Memorable

!!!WARNING!!! BACALAH NOVEL INI SENDIRIAN JIKA TIDAK INGIN DI ANGGAP SEBAGAI ORANG GILA! Karena kesalahpahaman, Ana dipaksa menikah dengan seorang pria yang terpaut jauh dengan usianya. Dan siapa sangka, pria yang di nikahinya itu adalah seorang duda anak satu dan parahnya lagi dia adalah sahabat ibunya yang dulu sangat mencintai ibu Ana. Keduanya hidup bagai seekor kucing&tikus, setiap saat ada saja masalah yang diributkan. "Tolong-tolong, ada om-om cabul. Aku mau di nodai, tolong-tolong! Hmppp..." "Saya tadi ingin membopong kamu, karena kamu tidurnya ngebo! Dibangunin berulang kali tidak mempan. Seharusnya kamu seneng, ada yang perhatian sama kamu bukan malah menuduh saya pria cabul!" Sentak Aldi dengan nada membisik di telinga Ana. "Dengar yaa, om-om cabul aku sungguh tidak berharap digendong oleh dirimu. Lain kali gak usah nyari kesempatan dalam kesempitan!" Bentak Ana. "Hei, kamu itu dikasih hati malah ngelunjak minta cinta. Saya tidak minat berbuat lebih pada tubuh kecil, tepos, bodi bambu, depan belakang rata, muka pas-pasan pula. Jadi kaya apa nanti anakku kalo saya nikah dan suka sama kamu." "Heiii, huh huh.." dengan napas tersengal-sengal dan jari menunjuk wajah Aldi. "Siapa juga yang minta cinta dan kawin sama om cabul kaya kamu?! Dasar om-om tua, keriput, pelit, medit, cabul---"

More details
WpActionLinkContent Guidelines