Siang Dalam Malam

Siang Dalam Malam

  • WpView
    LECTURES 34
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., févr. 18, 2018
Hujan sudah tak meneteskan air matanya Mentari sudah tak menyinarkan senyumannya Bintang sudah tak mengkilaukan kecantikannya Rembulan sudah tak menghiasi langit malamnya Terasa aneh bukan? Itulah kata-kata terakhirku berwujud penyesalan. Kenapa? Bagaimana? Dan mengapa? Aku bisa senaif itu hingga merenggut seseorang yang aku cintai. Cinta datang bagaikan bunga yang mekar, cinta hilang bagaikan api yang berkobar. Aku sudah tidak tahu lagi 'bagaimana caranya menjalani hidup tanpamu?' Aku ini bagaikan malam dan kau bagaikan siang. Semuanya bercampur tapi siang terlelap oleh gelapnya malam. "Mohon, maafkanlah aku!" #Selent Yulysra #Michael Firda #romance #Jakarta #Swiss
Tous Droits Réservés
#93
swiss
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • BUNGA KEMBALI
  • Sahabat Jadi Cinta (RiFy)
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL
  • Anggara (The End).
  • StellaLuna
  • Come Back
  • Auristela
  • Nagai Hikari (Love, Lost, Sacrifice) - END
  • Langit.

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu