COD #CashOnDate

COD #CashOnDate

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 3, 2018
Nea bukanlah 'wanita malam' biasa, ia 'memakai' malam untuk mencari segepok uang tunai demi makan siang dan makan-makan lainnya tanpa banyak orang tau seperti apa sisi 'siang' dirinya. Dan hal itu 'dibaca' oleh Ali sebagai peluang untuk menyelesaikan skripsinya tanpa perlu repot-repot keluar rumah untuk observasi dan sebagainya, sebuah solusi menguntungkan bagi keduanya yang cukup dikerjakan melalui sebuah akun palsu di media sosial.
All Rights Reserved
#10
fakeaccount
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • FARZAA
  • AKU MENGABAIKAN CINTA SEJATINYA
  • Little Family
  • Keep Your Smile
  • the other side
  • NERD FAKE GIRL✓
  • the Orca's
  • Beware of The Villain
  • I Need You (Revisi)
FARZAA

"Kenapa di nama panggilan lo, huruf 'A' yang terakhirnya ada dua?", kata gadis itu sambil menengok orang yang ditanyanya barusan, yang kini tengah berada di sampingnya. Ia sempat kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan gadis yang berada di sampingnya itu. Pasalnya hanya dia yang memerhatikan namanya dan berani bertanya kepadanya. "Ngapain lo mikirin nama gue? Gak penting banget." Jawab Farzaa akhirnya, tanpa melihat ke arah lawan bicaranya. Gue pokoknya harus tahu, guamamnya dalam hati. "Eh iya sih, yang penting kan, kita bisa menghasilkan uang, kita punya uang, dan kita juga bisa menikmati uang kita." gadis itu tertawa sebelum mengucapkan kalimatnya yang baru ia lontarkan. Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari gadis itu barusan, tapi ia bersikap seolah biasa saja dan berkata "Gak semua orang bahagia karena uang. Dan gak seharusnya juga lo terus jadiin seolah-olah uang adalah segalanya dan uang sebagai pemeran utama dalam kehidupan lo". Gue harus ubah cara pikir lo, batinnya. Sebelum gadis itu menjawab, ia melanjutkan perkataannya. "Uang itu salah satunya. Bukan satu-satunya", ia tersenyum dan berbicara setenang mungkin. "Lalu apa?", balasnya dengan gugup setelah mendengar penuturan laki-laki di sampingnya, yang ia sendiri tidak menyangka tanggapannya akan seperti itu. "..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines