Setelah aku lulus dari SMP ku, aku dan ayah ku beranjak dari rumah untuk mencara skolah SMA vaforit , tapi karna nilai aku ga terlalu memadai, kami hanya mencari skolah yg bisa menerim aku.. *huuu sedih amat yak
Kami nyariknya waktu bulan puasa nih,perut mulai lapar, tenggorokan mulai kering, tapi ga boleh putus asa.. *eaakk wkwk
Aku dan ayah ku terus mencari, kemana2 kami nulis formulir ga jebol2.. dan pada akhir nya ada satu sekolah, yg ga cantik2 kali, ga mewah2 kali, tapi insyaallah nyaman...
Dengan muka yg lemas, kami memasuki sekolah tersebut, untuk mengisi formulir.. setelah selesai ya kan. Kami pulang lah ..
Udah agak lega ketika aku sudh mendapatkan skolah baru, disatu sisi aku senang disatu sisi lagi aku ga suka skolah d situ..karna fasilitasnya yg ga memadai,trus pun jelek ayi . Pokoknya ga menarik lah *uppss
Ya karna ayahku sudah memilihkan aku skolah disitu mau cemana lagi.. Satu2 nya jalan ya aku harus berdoa supaya aku ga jebol di skolah itu.. *huhuhu
Namaku Anahita Embun Prasetyo, aku hidup dalam keluarga kurang mampu yang memiliki seorang ayah penerima jasa antar jemput cuci kendaraan dan seorang ibu rumah tangga yang sangat penyayang. diusiaku yang masih menginjak 12tahun aku dituntut untuk mandiri dalam segala hal. tidak seperti selayaknya anak berusia belasan tahun yang masih memiliki kesempatan bermain dan bermanja-manja. bahkan aku terkadang merasa iri melihat teman-temanku yang bisa bermain dan terpenuhi keinginannya, seperti memiliki sepedah, boneka, dan peralatah sekolah yang layak. sedangkan aku yang setiap harinya sepulang sekolah selalu membantu ibu menjajakan kue nya keliling kota. aku yang menginginkan sesuatu harus dengan bekerja dahulu sebelum mendapatkannya terkadang merasa dunia ini sangat tidak adil, terkadang aku berfikir kenapa semua ini terjadi kepadaku, kenapa hanya keluargaku yang tuhan hukum atas kemiskinan. tapi walau begitu aku tidak pernah ingin berputus asa, karena ibu selalu berkata jika kita ikhlas dengan cobaan yang tuhan berikan maka sedikit banyak masalah yang kita hadapi pasti akan ada jalan keluarnya, rezeki dan nasib seseorang sudah diatur sedemikian rupa oleh tuhan. dimana kita yakin bahwa suatu saat akan ada masanya kita menjadi orang sukses dan menjadi orang yang beruntung. setiap kalimat yang ibukku katakan aku jadikan sebagai motivasi diriku agar kelak aku dapat menjadi orang yang berhasil dan membahagiakan mereka. meskipun sekarang banyak sekali cacian dan makian orang yang selalu merendahkan kami, tapi aku tetap berteguh pada tekadku untuk mengejar cita-citaku. aku ingin sekali menjadi seorang penulis karya yang dikenal banyak orang dan sukses, aku ingin dari hasil kerja kerasku mampu mengangkat derajat keluarga kami agar tidak ada lagi yang menghina dan merendahkan kami.