Nobody Knows

Nobody Knows

  • WpView
    LECTURAS 465
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 10
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, dic 22, 2016
Nobody know what i feel, feeling for you. Apakah kamu merasakan hal yang sama? Aku harap iya. Aku akan menunggu sampai kamu menyadari itu atau perlukah aku mengatakan yang sebenarnya? ah terlalu malu untuk itu. seorang yang hanya dapat merasakan perasaannya sendiri, itu memang kadang menyakitkan. tapi kadang juga bisa membuat bahagia. apa yang membuatnya bahagia? seperti punya kesenangan tersendiri. "Aku suka kalau liat kamu." kata Zahran. "Eh?" jawab Diza. "Maksudku saat kamu foto dengan muka jelek. kayak badut yang nyulik ih serem" jawab Zahran dengan datar. padahal dia tak sengaja mengucapkan kalimat awal tadi, inginnya dipendam. tapi tak tertahan
Todos los derechos reservados
#13
diamdiam
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Dishana (End)
  • Because | ft. MARKLEE✔[ON GOING]
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • Friendship Journey [Tamat]
  • Our Story Begins
  • Behind Bullying [END]
  • Teach Me [Hiatus]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Eliinaa

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido