ANGAN.

ANGAN.

  • WpView
    Reads 530
  • WpVote
    Votes 23
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 12, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
Rafka dan Raya. Dua murid yang duduk dibangku SMA dengan kepribadian yang bertolak belakang. Raya si anak baik, namun tidak dikategorikan culun ini menyimpan rasa yang mendalam pada Rafka, si anak nakal dan mudah larut dalam emosi. Kisah mereka diikuti banyak masalah duniawi yang harus dilewati. Baik dari pertemanan, keluarga dan mungkin bisa menyangkut rahasia dan masalah pribadi diri sendiri. Waktu tiada yang tahu. Akankah peredaan mereka membuat jurang diantaranya atau malah membuat perbedaan yang saling melengkapi?
All Rights Reserved
#400
angan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Untuk Laut
  • Story Rhea (Hiatus)
  • ARaya
  • BUANA [COMPLETED]
  • New Life For Rafka (Season 2)
  • REYHAN
  • Kalau Saja Kita Sama
  • FRIENDZONE
  • Troublemaker (Tamat)

Maura Elvaretta Zahira, gadis ceria berambut panjang yang selalu tampak bersinar di mata orang-orang. Di balik senyumnya, ia menyimpan luka masa kecil yang belum sembuh-kehilangan ayah yang ia cintai dan ibunya yang menikah kembali. Meski rapuh di dalam, Maura tumbuh menjadi pribadi yang ambisius dan pekerja keras. Ia ceroboh, sering gegabah, dan tak jarang memainkan rasa percaya dirinya untuk menutupi ketakutan yang tak pernah ia akui. Lalu ada Mahzan Rafiq Al Muaffaq-siswa kelas dua SMA yang dikenal pendiam, dan tenang. Putra pemilik pesantren dan seorang dokter ini tumbuh dalam nilai-nilai agama yang kuat. Ia merupakan murid kebanggaan guru. Mereka dipertemukan di SMA. Dalam riuhnya masa remaja, Maura jatuh hati lebih dulu. Ia tak menunggu waktu terlalu lama untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi Mahzan menolak-bukan karena tak ada rasa, melainkan karena ia tahu, cinta tak cukup hanya dengan saling suka. "Aku bukan tak ingin, Maura. Tapi kita punya Tuhan yang mengatur waktu. Dan saat ini, belum waktunya kita jadi satu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines