HALF SOUL [ REPOST ]

HALF SOUL [ REPOST ]

  • WpView
    LECTURAS 145,205
  • WpVote
    Votos 7,695
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa1h 48m
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, mar 1, 2017
WpInfo
Ficción
Romance
Jatuh cinta itu egois, itu yang dirasakan Bulan saat kali pertama jatuh cinta. Dia tidak peduli harus membuat dunia Bumi yang tenang menjadi porak-poranda. Cinta ibarat candu yang membuatnya buta hanya untuk bersama Bumi. Hingga, sebuah kejadian meluluhlantakkan fondasi rumah tangga mereka yang dibangun di atas jurang. Bahtera itu kandas bersama menghilangnya Bulan dari hidup Bumi. Seharusnya hidup Bumi kembali tenang, tetapi perpisahan telah membuat hidup Bumi dan Bulan tidak pernah sama. Ada kepingan-kepingan jiwa yang tidak lagi utuh, kosong dengan cara yang tidak mereka mengerti. Sampai akhirnya, Bumi melihat sepasang mata Bulan pada wajah gadis kecil di kelasnya, poros dunianya kembali terguncang. Bulan kembali datang menerangi hidup Bumi, kali ini membawa Mentari, gadis yang memiliki senyum sehangat namanya. Jantung Bumi berdebar. Bumi mungkin sanggup melawan seluruh dunia untuk Mentari-nya, tetapi Bumi tidak tahu jika ternyata hatinya belum siap menghadapi Bulan. Bulan tidak lagi sama seperti wanita yang dahulu dia kenal.
Todos los derechos reservados
#644
bulan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Waktu Paruh
  • Dancing with Sadness
  • BUBAR JALAN
  • Jangan Berpaling Dariku
  • Nyangga
  • Putar Arah
  • Shinjitsu No Koi
  • My Best Mama

Waktu paruh adalah waktu yang dibutuhkan suatu obat untuk mengurangi kadarnya di dalam tubuh menjadi setengah dari jumlah awalnya. Obat harus selalu ditambahkan kembali agar konsentrasinya tidak berkurang, apalagi hilang. Seperti obat yang memiliki batas waktu untuk bertahan, cinta juga demikian. Sebesar apapun rasa cinta yang tumbuh, waktu akan turut serta mengambil peran untuk membuatnya tak lagi utuh. Ketika cinta mencapai waktu paruhnya, kita dihadapkan pada dua pilihan: bertahan dengan cinta yang semakin berkurang atau merelakan cinta itu hilang. Sayangnya, cerita ini adalah benar-benar pernah terjadi.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido