HALF SOUL [ REPOST ]

HALF SOUL [ REPOST ]

  • WpView
    LETTURE 145,205
  • WpVote
    Voti 7,695
  • WpPart
    Parti 12
WpMetadataReadIn corso1h 48m
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, mar 1, 2017
WpInfo
Narrativa
Storie d'Amore
Jatuh cinta itu egois, itu yang dirasakan Bulan saat kali pertama jatuh cinta. Dia tidak peduli harus membuat dunia Bumi yang tenang menjadi porak-poranda. Cinta ibarat candu yang membuatnya buta hanya untuk bersama Bumi. Hingga, sebuah kejadian meluluhlantakkan fondasi rumah tangga mereka yang dibangun di atas jurang. Bahtera itu kandas bersama menghilangnya Bulan dari hidup Bumi. Seharusnya hidup Bumi kembali tenang, tetapi perpisahan telah membuat hidup Bumi dan Bulan tidak pernah sama. Ada kepingan-kepingan jiwa yang tidak lagi utuh, kosong dengan cara yang tidak mereka mengerti. Sampai akhirnya, Bumi melihat sepasang mata Bulan pada wajah gadis kecil di kelasnya, poros dunianya kembali terguncang. Bulan kembali datang menerangi hidup Bumi, kali ini membawa Mentari, gadis yang memiliki senyum sehangat namanya. Jantung Bumi berdebar. Bumi mungkin sanggup melawan seluruh dunia untuk Mentari-nya, tetapi Bumi tidak tahu jika ternyata hatinya belum siap menghadapi Bulan. Bulan tidak lagi sama seperti wanita yang dahulu dia kenal.
Tutti i diritti riservati
#66
bumi
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Jangan Berpaling Dariku
  • Untuk Anggun, Dari Aisy
  • senyuman Terakhir [ C ]
  • Shanarqie
  • Waktu Paruh
  • BANDOENG DIKALA MALAM [ON GOING]
  • Dancing with Sadness
  • Bumi

Berkahwin dengan lelaki yang dia cinta merupakan impian dalam hidup Aina. Bahagia... itu yang dia mahu bersama Benjamin. " Sampah apa yang kau bagi pada aku ni?" kasar suara Benjamin menyoal. Aina mengambil dokumen yang dilemparkan Benjamin di atas meja lalu dia membelek sekali lagi. Rasanya tiada kesilapan yang dia lakukan kerana dia telah menyemak berkali-kali sebelum menghantarnya kepada Benjamin. " Erk... ini kan dokumen yang Encik Benjamin suruh saya buat." Aina membalas perlahan. Dan dia rasa ingin menampar mulut sendiri kerana menjawab. " Ini bukan dokumen yang aku suruh kau buat tapi ini sampah! Benda macam ni patut masuk dalam tong sampah, bukan kat atas meja aku!" Benjamin membentak kuat. Namun hidupnya seakan tercampak ke dalam lembah kedukaan bila Benjamin sering menolaknya jauh dari sisi. Bertahan atau mengalah... apa yang harus dia lakukan? Dibenci suami sendiri, sanggupkah Aina bertahan di sisi Benjamin?

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti