That Should Be Me

That Should Be Me

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 24, 2017
Kamu tau cinta? Cinta itu indah. Dan aku merasakan itu untuk pertama kalinya dengan begitu sempurna. Duduk di bangku SMA ditemani dengan sahabat-sahabat yang hebat. Ditambah dengan seorang yang tidak kalah hebatnya dengan sahabatku. Dialah lelakiku. Lelaki yang selalu ada disetiap waktu. Aku tidak pernah menduga bahwa dialah lelaki yang akan bersamaku saat ini. Apakah esok akan tetap seperti ini? Atau ini hanya awalnya saja? Entahlah, aku tidak begitu memikirkan hari esok. Yang aku tahu. Aku akan selalu disini disampingmu menikmati indahnya pagi dan malam bersama. Ditemani sang surya yang menyinari pagi dan bintang yang menemani mimpi. Kamulah anugerah terindahku. Kumohon tetaplah disini bersamaku sampai matahari tak terbit lagi. Sampai khayalanku menjadi nyata. Akankah esok, esoknya lagi dan seterusnya mentari akan tetap bersinar seperti ini. Menyejukan hati dan menentramkan jiwa. Tetaplah seperti ini sahabat-sahabatku dan kamu lelakiku. Aku mencintai kalian kini esok dan selamanya.
All Rights Reserved
#858
duka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • The Between
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • My Diary
  • Rendra & Lila [END]
  • Ajari Aku Cinta
  • Love In Paris (COMPLETED)

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines