Marriage With Teacher

Marriage With Teacher

  • WpView
    LECTURAS 265
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, feb 13, 2019
Berawal dari cara mengajarnya yang enak berlanjut memimpikan dia, dan kemudian baper ala-ala dan akhirnya melamar dia. "Aku menyukainya sejak awal dia mengajar di kelas, cara penyampaiannya yang asik dan seru membuat orang terbawa suasana pada saat dia mengajar, lalu aku memimpikannya tiap malam dan akhirnya aku memberanikan diri untuk melamar dia pada saat jam pelajaran kosong, aku tidak perlu lagi mengungkapkan perasaan macam anak SMA lainnya, aku lebih memilih untuk langsung melamarnya. Seterah orang akan menilai aku apa! Yang jelas aku mencintai dia bahkan sangat mencintai dia! Dia guru LES ku" Deandra Auriella Putri "Gilakk!!! Dia kesambet apa siang bolong begini? Bisa-bisanya dia melamar ku disaat aku sedang istirahat di ruanganku. Aku tidak menolak dan juga tidak menerima lamarannya, langsung ku tinggal saja dia, mungkin dia sedang setrez! Dasar anak SMA mending belajar aja huuft!" Revanno Putra Handoko
Todos los derechos reservados
#101
happyfamily
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Baby's Contract✓
  • FLORA (SUDAH TERBIT)
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • REALLY LIKE HER - JENLISA [G×G]
  • My Naughty Husband
  • Study Loving You
  • MAS SUAMI (END)
  • Neyralgis||On Going
  • You TOLD Me So
  • We Are Destiny (NEW)

Teija Nero dan Nova Saki tidak pernah berharap dipersatukan dalam ikatan suci pernikahan. Mereka hanya terjebak dalam kondisi yang memantik kesalahpahaman semata. Katakan saja mereka berada dalam tempat dan kondisi yang tak beruntung, hingga harus dinikahkan dalam waktu singkat. Pernikahan itu bahkan dilaksanan saat mereka berada di penghujung masa SMA. Gila, bukan? Mana ada, sih, orang tua yang menikahkan putra dan putri mereka yang masih SMA? Jika kasusnya memang terjadi kehamilan, baik Teija dan Nova angkat tangan. Namun, kasus mereka berdua berbeda! Nova tidak hamil! Bahkan Teija saja belum sempat menyentuh bibir gadis itu, karena ibu Teija sudah keburu membuka kamarnya. Dalam kasus ini, Teija menyalahkan Nova. Karena permintaan gadis itu yang aneh, mereka menjadi terikat sepenuhnya. Namun, karena mereka masih sangat begitu muda, maka masih banyak kesempatan yang bisa dilakukan dengan membuat kesepakatan menjanjikan. "Kita nggak bisa diem aja, Teja!" "Terus mau apa? Kita udah sah juga." "Gue nggak mau masa muda ini sia-sia!" "Ya, terus apa???" "Let's make a deal. No, no, no! Bukan kesepakatan biasa. Kita harus bikin kontrak di atas materai! Selama kita masih pengen seneng-seneng di masa muda, no babies included in this marriage!" "Terus kalo mama kita repot minta cucu?" "Kita masukin ke poin kontraknya, babies included near our divorce!" Bisakah mereka berdua menjamin kedatangan bayi sesuai rencana?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido