We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Maple Lady

Maple Lady

  • WpView
    Reads 687
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 2, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Sinopsis Bara Putratama Bernandi diminta segera balik ke Jakarta. Padahal baru beberapa menit mendarat di Bandara Hong Kong International Airport. Sistem Accounting di PT. Wirdana mati total. Sebagai manager project yang membuat sistem itu, Bara diminta bertanggung jawab. Bara harus membetulkan sistem yang ngambek hari itu juga. Terpaksa Bara pulang ke Jakarta walau hati mendongkol setengah mati. Apalagi yang memintanya pulang adalah Zie Zie Firza, Chief Financial Officer PT. Wirdana. Orang paling terkenal sejagad Wirdana dan juga paling dingin. Senyum juga jarang kali kalau nggak terpaksa. Lawan Bara kali ini bukan orang sembarangan. Bara programmer kelas wahid. Zie Zie ahli keuangan yang tersohor. Lawan tanding yang sepadan. Sejak itu bendera perang berkibar antara Bara dan Miss Chief Financial Officer terbaik itu. Tapi Bara sudah dibuat jatuh cinta oleh wanita itu. Wanita yang sudah menamatkan karirnya. Kata orang-orang dia wanita besi. Ada juga yang bilang dia berhati dingin. Tapi masa bodoh. Zie Zie Firza sudah membuktikan kemampuannya. Buktinya dua kali Zie Zie meraih penghargaan sebagai The Best Chief Financial Officer. Ini bukan penghargaan main-main. Sampai akhirnya Zie Zie bertemu dengan Bara Putratama Bernandi. Sebuah kesalahan dibuat Bara. Karir Bara pun tamat di tangan Zie Zie. Bagi Zie Zie end of story. Tapi tidak bagi Bara. Bara tidak seperti pria-pria mapan yang dikenal Zie Zie. Laki-laki itu menghadirkan warna warni dalam hidup Zie Zie yang sepi. Mengirimkan virus ke email Zie Zie. Mengajak Zie Zie makan siang di Bogor sana trus kemudian main-main di Kebun Raya Bogor. Padahal hari itu Zie Zie ada meeting penting. Meminta Zie Zie menemaninya menonton pertunjukkan balet Chika adik Bara di Gedung Kesenian Jakarta. Dan di sanalah Bara menyatakan perasaannya kepada Zie Zie.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heartbeat Trauma
  • Kamulah Takdirku
  • Berjodoh Dengan Ustadz Tampan
  • AKANKAH BERAKHIR BAHAGIA?
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Gus Zidan My Husband [SUDAH TERBIT]
  • Revenge, Sorry!
  • My Captain

Di sebuah rumah sakit besar dengan trauma center terbaik di Jakarta, Dr. Araya Maheswari, seorang dokter bedah trauma yang dikenal tegas dan perfeksionis, bekerja keras menyelamatkan nyawa di ruang operasi. Ia selalu mengutamakan profesionalisme, mengabaikan kehidupan pribadinya, dan memastikan setiap anggota timnya bekerja dengan standar tertinggi. Di sampingnya, ada Dr. Fero Wiranata, sahabat sekaligus rekan anestesinya sejak kuliah. Mereka telah bekerja bersama selama bertahun-tahun, memahami satu sama lain lebih dari siapa pun. Fero adalah satu-satunya orang yang bisa berbicara santai dengan Araya tanpa merasa terintimidasi oleh sikap dinginnya. Hubungan mereka berjalan di antara batas profesional dan sesuatu yang lebih dalam-sesuatu yang belum pernah mereka akui. Sementara itu, di bawah bimbingan Araya, Dr. Adimas Pratama, seorang dokter bedah muda penuh ambisi, berjuang membuktikan dirinya. Ia kerap berselisih dengan Salsabila Ramadhani, seorang perawat IGD dan bedah yang sama-sama keras kepala dan tidak mau kalah. Namun, di balik perdebatan mereka, ada perasaan yang perlahan berkembang. Ketika serangkaian kecelakaan besar terjadi, tim ini harus menghadapi tekanan luar biasa. Mulai dari menangani korban tabrakan beruntun, operasi darurat di ruang gawat darurat, hingga misi penyelamatan di lokasi bencana bersama Basarnas. Saat mereka berjuang mempertahankan nyawa pasien, mereka juga harus menghadapi perasaan mereka sendiri-ketakutan, kehilangan, dan mungkin, cinta yang tak terelakkan. Di antara kesibukan dan ketegangan hidup di dunia medis, apakah mereka berani mengizinkan diri mereka untuk mencintai? Atau justru perasaan itu akan menjadi beban yang mengganggu tugas mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines