Acidentally in Love

Acidentally in Love

  • WpView
    Reads 392
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 3, 2018
Tabrakan yang tidak disengaja mengubah segalanya. Yuri, seorang gadis sederhana pun menikah dengan Ardan, pemuda tampan dan kaya raya untuk mengasuh keempat anak mereka. Ardanegara Ranu Wijaya, lelaki tampan berwajah dingin namun berhati lembut terpaksa menikahi Yurisa Andita Rahayu, gadis sederhana yang menyelamatkan nyawa sang Ibu. "Jadi, kau mau minum susunya atau mau kusuapi lagi seperti tadi?" Mata Ardan mengintimidasi. Senyumnya menyeringai dari bibir seksi yang baru saja mengalirkan susu hangat ke mulutku. Membuatku terkejut sekaligus takut. Aku hanya bisa pasrah mengambil segelas penuh susu hangat dari tangannya dan meminum susu itu hingga habis. Daripada harus menerima ciumannya sekali lagi. 'Ughhh, dasar brengsek! Sekali lagi dia mencuri kesempatan saat aku lengah. Awas saja kau serigala berbulu domba. Wajah inocent dan tampan tapi kelakuan mengalahkan setan'. "Aku tak pernah menginginkanmu. Kalau bukan demi anak-anak dan ibu, aku tak akan menikahimu, Yuri." Mataku nanar, kupingku memanas mendengar ucapan Ardan yang kasar. "Kalau begitu ceraikan aku dan kau bebas berbuat sesukamu." Benteng itu pun tak dapat lagi kutahan. Tangisku tumpah-ruah menyesakkan dada. Tega sekali, setelah semua yang dia lakukan. Saat aku semakin mencintainya, dia kembali menghancurkan semua. 'Ugh, sial, sial, sial... ! Kenapa mulut ini sungguh lancang. Dia minta cerai. Aku hanya bermaksud menggertak. Tapi .... Ah, dasar mulut sialan!'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • Silent, Please! (Re-up)
  • RAGARA [ on going ]
  • JODOH salah ngomong
  • dimana janji tersebut
  • Amor Almira
  • My Bromance [18+] End
  • DikaRanggi

"siapapun tante, adik ayah, adik bunda, tetangga atau simpanan ayah, aku anggap tante cuma benalu tau" ucapku memberi penekanan pada kata simpanan. Wajah Tante Dista terlihat terkejut. "heiii.."ia membentakku "ga pernah di didik ya sama bunda mu, ternyata bundamu itu ga becus jadi seorang ibu ya pantas saja ayahmu tergila gila pada ku" "kamu ga usah senang dulu, suatu saat nanti aku yang akan mengusirmu dengan tanganku sendiri" sambungnya Aku menyeringai "barusan kau buat pengakuan kan" tanyaku menatapnya jijik. Tante Dista terlihat kikuk. "hahaa..... Jadi kau memang simpanan ayah. Dan masih sanggup tinggal dirumah kami. Ga tahu malu"ucapku dengan penekanan di kata simpanan dan malu. "kauuu-"ucapnya tertahan ketika bunda mulai mendekati kami. Aku mendekat ke arah tante Dista tetap mempertahankan senyum palsuku. Menginjak kakinya dengan keras, dan pura pura mencium pipinya dengan mesra. Dia menjerit tertahan dan aku senang. Tanganku yang bebas menarik rambutnya yang terjuntai panjang. Dia meringis dan mencengkram tanganku kuat kuat. Bunda tak pernah tau itu. Bunda hanya tersenyum dan menganggap semuanya akan baik baik saja. Padahal aku dan tante Dista sedang menyiapkan strategi perang kami masing masing.

More details
WpActionLinkContent Guidelines