Game of Life

Game of Life

  • WpView
    Reads 833
  • WpVote
    Votes 213
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 31, 2017
"Mempermainkan perasaan orang lain itu menyenangkan, mampu membuatmu merasakan kepuasan batin tersendiri." -Anonymous- * Dua orang sahabat karib yang telah bersahabat sejak kecil, Steffy dan Alisa, harus menghadapi sebuah kenyataan bahwa mereka menyukai sosok lelaki yang sama. Biarpun begitu, rasa persahabatan mereka tidaklah serapuh yang terlihat. Mereka tetap rukun. Sampai suatu ketika seorang gadis bergabung pada tali persahabatan mereka. Bukannya malah memperkuat tetapi malah memutus perlahan. Cinta akan sesosok Alfa atau persahabatan yang mana yang lebih baik? * "Dunia hanyalah papan permainan. Aku adalah ratunya. Ratu yang dijauhi. Ratu yang aneh. Ratu yang diacuhkan. Maka aku akan mencari celah di hati manusia dan memasukinya sehingga mengendalikan mereka layaknya pion bukanlah hal yang sulit." -Teta-
All Rights Reserved
#765
reallife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Inside You
  • Cegil Komplek [00L]
  • ALRIN
  • Unfriend • Completed
  • Terjebak friendzone
  • Daily life of teenagers (END)
  • Arsyilazka

"Coba Atha tebak, apa yang jauh di mata tapi dekat di hati?" "Usus." "ATHAA!" ___ Begitulah Atha di mata Netha. Serius, dingin dan kaku. Jika Netha selalu mengejar Atha, maka Atha selalu mengejar uang. Jika Netha selalu mencintai kehadiran Atha, maka Atha selalu mencintai pelajaran hitung-hitungan. Jika Netha selalu berambisi mengejar untuk mendapatkan Atha, maka Atha selalu berambisi untuk mengejar cita-citanya. Netha dan Atha. Keduanya bagaikan langit dan bumi, Yin dan Yang serta air dan api. Sedikitpun tak ada celah bagi Netha untuk mendapatkan Atha dalam hidupnya, Atha yang selalu melihat ke depan, Atha yang selalu bergerak maju tanpa memerhatikan sekelilingnya membuat Netha harus mengejar sosok itu dengan cepat. Hingga pada akhirnya Netha berhasil menghadang jalan Atha, gadis itu menjulurkan tangan agar dapat berjalan bersama-sama namun ditepis dengan cepat oleh Atha. "Lo tahu? Rasa lo itu cuma sekedar ambisi buat ngedapatin gue. Gue enggak mau buang-buang waktu buat ngeladenin orang kayak lo." -Atha Adithya- "Kamu selalu jalan ke depan, natap ke depan, buru-buru tanpa mencoba menikmati setiap momen di samping kamu. Memangnya di depan ada apaan sih?" -Netha Fanindita-

More details
WpActionLinkContent Guidelines