Our Promise

Our Promise

  • WpView
    बार पढ़ा गया 903
  • WpVote
    वोट 29
  • WpPart
    भाग 24
WpMetadataReadप्रौढ़ों के लिँजारी
WpMetadataNoticeअंतिम प्रकाशन गुरु, अग 23, 2018
"Takdir adalah hal yang dapat kumengerti. pertemuanku dengannya, pernikahanku, dan kehidupanku bersamanya semua adalah karena takdir menuntun kami. Begitu juga dengan semua perjanjian yang kami buat itu juga sudah menjadi garis takdir kami. Aku tak membenci semua itu. aku hanya membenci kenapa harus dia, pria menyebalkan, seenaknya sendiri dan benar-benar mesum." -(Clarisa Rosytadewi)- "Hidupku terasa benar-benar flat. Tak ada yang menarik seperti sebuah aliran sungai yang tenang. Takdir membuatku merasa hidup sangat datar, semua bisa kudapatkan. Terlalu membosankan, karena itu entah kenapa saat ku bertemu dengannya aku memiliki ide yang menarik. Kurasa hidupku akan lebih menyenangkan. :)" -(Ridwan Ardi Firmansyah)-
सभी अधिकार सुरक्षित
सबसे बड़े कथावाचन समुदाय में शामिल होंवैयक्तिकृत कहानी अनुशंसाएं प्राप्त करें, अपनी पसंदीदा कहानियाँ अपनी लाइब्रेरी में सहेजें, और अपना समुदाय बढ़ाने के लिए टिप्पणी और वोट करें।
Illustration

आपको शायद ये भी पसंद आएँगे

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

अधिक जानकारी
WpActionLinkसामग्री दिशानिर्देश